Swiss Siap Dukung Film ‘Satu Hari Nanti’

Swiss Siap Dukung Film ‘Satu Hari Nanti’

Film tak hanya hiburan semata, tapi juga bisa menjadi jembatan penghubung antar dua negara. Seperti film ‘Satu Hari Nanti’ yang menjadi jembatan penghubung Indonesia dengan Swiss. Bahkan Swiss lewat Duta Besar Swiss siap mendukung promosi film ini.

 

“Awalnya karena saya punya teman di Swiss dan kita komunikasi secara intens yang kemudian membuat kita akhirnya punya kesempatan yang baik diberi peluang untuk bisa syuting di Swiss, ” ucap produser Dienan Silmy.

 

Lebih lanjut, Silmy menerangkan, sebenarnya tidak mudah untuk syuting film di Swiss. “Kita pun melalui proses dan seleksi untuk mendapatkan izin hingga kemudian kita kerjasama, ” terang Silmy.

 

Menurut Silmy, berkat kerjasama dengan Swiss sehingga syuting filmnya terjamin. “Kita mendapatkan banyak kemudahan dan berbagai fasilitas, bahkan mendapat pengawalan jadi syutingnya aman, lancar dan pokoknya terjamin, ” ungkapnya bangga.

 

Silmy membeberkan bentuk nyata dukungan dari Swiss untuk film ini. “Nanti Duta Besar Swiss siap mendukung promosi film ini. bahkan pada saat gala premier siap mengundang seluruh orang Swiss yang ada di Jakarta untuk datang, “ katanya.

 

Film ini dari Lembaga Sensor Film (LSF) dikategorikan untuk usia 21 tahun ke atas, yang jarang dimaui para produser film, tapi Silmy punya alasan tersendiri. “Justru ini ceruk yang potensial untuk dapat meraih penonton lebih banyak. Kita komitmen khusus untuk film ini dikategorikan untuk dewasa,” pungkasnya.

 

Film ‘Satu Hari Nanti” disutradarai Salman Aristo dan dibintangi Adinia Wirasti, Ringgi Agus Rachman, Ayushita, Deva Mahendra dan Donny Damara. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 7 Desember 2017. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts