Sunil Soraya Berharap Eiffel I’m In Love 2 Lekat di Hati Penonton

Sunil Soraya Berharap Eiffel I’m In Love 2 Lekat di Hati Penonton

Film ‘Eiffel..I’m in Love’ mendulang kesuksesan pada tahun 2003, Soraya Intercine Films kini membuat sekuelnya yang berjudul ‘Eiffel…I’m in Love 2’.

 

Dengan menggaet pemeran yang sama, produser Sunil Soraya berharap cerita film sekuelnya ini melekat di hati penonton. “Film pertama dua kali penayangan total penontonnya 3,7 juta. Tapi saya tidak ingin melihat jumlah penonton, melainkan bagaimana ceritanya melekat di hati penonton,” kata Sunil Soraya saat konferensi pers peluncuran trailer resmi film Eiffel I’m In Love 2 di Gedung Soraya Intercine Film, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Lebih lanjut, Sunil menuturkan bahwa pengeluaran terbesar ada pada di promosi, “Setengah pengeluaran produksi film untuk promosi dan iklan. Tapi kalo film ini nggak bagus, berarti percuma iklan di mana-mana.”
Sunil tetap menjaga pemeran, karakter, bahkan musik yang ada di dalamnya. Para pemain lama seperti Shandy Aulia, Samuel Rizal, Helmy Yahya dan pemain lainnya tetap hadir meski dengan karakter yang lebih dewasa.

“Sebelum proses menulis pun kita research. Meskipun berjalannya waktu hingga bertahun-tahun namun tetap karakter Tita dan Adit sama seperti sekuel pertamanya,” paparnya.

Bahkan untuk soundtrack film Eiffel I’m In Love 2 ini Sunil kembali menggaet Melly Goeslaw dan Anto Hoed. “Musik pun dibuat lebih dewasa, kini menggunakan instrumen violen dan orkestra,” ungkapnya.

Menurut Sunil, mempertahankan ide cerita merupakan hal penting dalam film ini. “Dulu film Eiffel I’m In Love ini begitu membekas di mata penggemarnya, sekarang saya bertanggung jawab bukan hanya iklan dan promosi melainkan cerita itu sendiri,” tandasnya.

 

Film arahan sutradarai Rizal Mantovani ini mengangkat kisah 14 tahun hubungan LDR (Long Distance Relationship/ hubungan jarak jauh) antara Tita yang masih diperankan oleh Shandy Aulia dan Adit yang juga masih diperankan oleh Samuel Rizal.

 

Hanya saja, selama 14 tahun tersebut, keduanya sudah berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan mengakibatkan hubungan mereka menjadi lebih rumit.

 

Dalam sekuel kali ini, Tita dan Adit tetap digambarkan sebagai pasangan yang sering bertengkar. Tita yang sudah dewasa pun mulai gelisah karena Adit tidak kunjung melamarnya, sedangkan sahabat-sahabat Tita sudah menikah.

 

Akankah hubungan mereka berakhir di pelaminan? Atau malah perpisahan? Jika penasaran, jaga tanggal penayangan film ini 14 Februari 2018 mendatang. (Akhmad Sekhu)

 

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts