HUT ke-23, Yayasan PPHUI Usulkan Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional

HUT ke-23, Yayasan PPHUI Usulkan Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional

Hari Ulang Tahun (HUT) sebuah momen yang sangat istimewa. Tapi baru pertama kali sejak berdiri, Yayasan Pusat Perfilman H Usmar Ismail (PPHUI) kini menggelar acara pesta HUT ke-23, sekaligus mengusulkam kepada pemerintah agar Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional.

 

“Sudah 23 tahun, tapi baru kali ini kami memperingati,” ujar Sonny Pujisasono, Ketua Panitia syukuran ulang tahun ke-23 Yayasan PPHUI yang juga Sekretaris Badan Pengurus Yayasan PPHUI, di lobi Gedung PPHUI, Jalan HR Rasuna Said Kav. C-22, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

 

Lebih lanjut, Sonny, menerangkan PPHUI telah 23 tahun menjadi cagar budaya perfilman di Indonesia dan tinggal satu cagar budaya perfilman Indonesia, di mana sampai sekarang masih terjaga. Perkembangan zaman membuat film nasional berkembang pesat. PPHUH kemudian menjadi galeri dan cikal bakal perfilman nasional.

 

“Karena dari PPHUI ini semuanya mengawali. Sejarahnya dari sini. Karena itu layaklah PPHUI dikatakan sebagai galeri perfilman nasional,” terangnya.

 

Dengan gelar pahlawan nasional untuk Usmar Ismail, masyarakat luas bisa mengenal pelatak dasar-dasar film di Indonesia. PPHUI berencana mengirimkan usulan ini kepada pemerintah, tahun depan.

 

“Kebetulan Haji Usmar Ismail ini sedang dalam proses pengusulan sebagai pahlawan nasional. Kami sedang mengusulkam agar dia menjadi pahlawan film nasional pada 2018,” ungkap Sonny.

 

Yayasan PPHUI sudah menggelar kampanye untuk mengesahkan Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional di lima kota besar Indonesia. Setelah itu, penilaian masuk ke dalam kajian akademis.

 

Gagasan agar Usmar Ismail menjadi pahlawan nasional muncul atas perjuangan dia, bukan cuma di dalam layar tetapi juga kiprah sebagai sastrawan, wartawan, seniman, dan tentara.

 

Keluarga besar Usmar Ismail pun menyambut baik usulan tersebut. Pada acara syukuran Yayasan PPHUI, sejumlah anak Usmar Ismail hadir. Salah satu satunya, Irwan Usmar Ismail yang menduduki posisi Ketua Badan Pengurus Yayasan PPHUI.

 

“Terima kasih atas upaya semua pihak agar Usmar Ismail bisa mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Keputusan ini nanti bakal berdampak positif pada perfilman nasional,” papar Irwan.

 

Berbagai kegiatan dalam mengisi perayaan HUT ke-23 tahun Yayasan PPHUI digelar dengan pameran lukisan cat di atas kanvas poster film Indonesia dari era 70-an sampai era 2000-an. Puluhan lukisan dan foto poster film kembali dipamerkan di lobi.

 

Selain itu, Yayasan PPHUI juga meluncurkan cinema hall baru yang sudah berstandar internasional dan meluncurkan ajang penghargaan perfilman, Usmar Ismail Awards 2018. Sebuah penghargaan insan film Indonesia sesungguhnya. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts