Caitlin Halderman Profesional Bintangi Film ‘Surat Cinta untuk Starla’

Caitlin Halderman Profesional Bintangi Film ‘Surat Cinta untuk Starla’

Membintangi sebuah film bagi Caitlin Halderman harus profesional. Dalam film ‘Surat Cinta untuk Starla’, ia berperan sebagai Starla yang menjalin hubungan mesra dengan Hema Candra yang diperankan Jefri Nichol. Karena profesional itulah ia merasa mudah memerankannya, bahkan mudah juga dalam membangun chemistry. Meski kenal cukup lama dengan Jefri, ia memang harus benar- benar matang meempersiapkannya.

 

Caitlin Halderman dan Jefri Nichol lantas memutuskan untuk nonton film berdua di bioskop layaknya pasangan yang tengah jatuh cinta.

 

“Kami sempat nonton berdua (ke bioskop),” ungkap Caitlin Halderman seusai press screening film ‘Surat Cinta untuk Starla’ di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (22/12).

 

Lebih lanjut, Caitlin memastikan selama beradu akting menjalaninya secara profesional. “Saya benar- benar memisahkan antara kehidupan pribadi dan adegan di depan layar, “ paparnya.

 

Menurut Caitlin, ia berusaha tampil total di film Surat Cinta Untuk Starla. Salah satu contohnya, untuk sekedar beradegan melempar kaca vigura saja, ia butuh waktu 5 jam take syutingnya.

 

“Untuk hasil yang bagus, saya melakukan adegan melempar kaca vigura saja sampai 5 jam take-nya, “ bebernya.
Caitlin berusaha akting sesempurna mungkin karena web seriesnya sangat sukses dan booming sekali.

 

“Di web series sudah banyak yang suka, ekspektasi penonton pastinya besar. Harus lebih dari web series filmnya, jangan sampai kebanting, jeblok,” tandasnya.

 

‘Surat Cinta untuk Starla’ berkisah tentang Hema, yang terobsesi pada alam, memiliki keunikan: membuat surat cinta untuk alam. Dengan mesin tik tua peninggalan sang kakek, mantan jurnalis, dia membuat mural yang menunjukkan betapa cintanya pada alam. Alam adalah satu-satunya cinta yang dikenalnya. Hingga suatu saat Hema mengenal Starla, gadis cantik dan mandiri yang selama enam jam berhasil membuatnya jatuh cinta. Untuk pertama kalinya Hema menyadari ada surat cinta yang lebih indah daripada surat cinta untuk alam yaitu surat cinta untuk Starla. Namun, di saat Hema dan Starla semakin dekat, tiba tiba sikap Starla berubah. Starla marah dan menjauhi Hema bahkan menyuruh Hema melupakan kisah mereka yang menjadi viral di sosial media bahkan disiarkan di radio oleh Athena, sahabat Hema. Hema baru mengetahui penyebab perubahan sikap Starla: sebuah rahasia masa lalu keluarga Hema.

 

Film produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures dengan arahan sutradara Rudi Aryanto ini tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 28 Desember 2017. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts