Tantangan Michelle Ziudith Bintangi Film ‘One Fine Day’ Berdandan Ala Cewek Barcelona

Tantangan Michelle Ziudith Bintangi Film ‘One Fine Day’ Berdandan Ala Cewek Barcelona

Membintangi film ‘One Fine Day’ aktris cantik Michelle Ziudith tampaknya punya banyak tantangan. Ia harus berdandan ala wanita Barcelona. Tak hanya itu, ia pun harus mengubah penampilannya, terutama gaya rambutnya. Bahkan ia harus menghitamkan kulitnya. Semua itu harus ia lakukan demi melakoni perannya sebagai Alana, seorang perempuan blasteran yang sudah lama tinggal di Barcelona.

“Di film ini tantangannya saya harus berdandan kayak cewek Barcelona,” kata Michelle Ziudith saat jumpa pers seusai press screening film ‘One Fine Day’ di CGV, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2017).

Lebih lanjut, dara kelahiran Medan, 20 Januari 1995, itu menerangkan harus mengubah penampilannya, terutama gaya rambutnya yang selama ini lurus berwarna hitam. “Saya harus keriting rambut saya cat rambut saya, jadi effortnya banyak,” terang anak pasangan Muhammad Ruchiman dan Missi Wesley yang mengawali kariernya lewat ajang Miss Celebrity tahun 2009.

Menurut Michelle, selama syuting di negeri matador itu, iajuga sering terpapar sinar matahari. Maka dari itu ia juga mencoba untuk tetap menjaga kulitnya. “Saya selama disana pakai Tanning Oil,” ungkapnya.

Michelle sama sekali tak merasa risih melihat kulitnya yang menghitam. “Saya enggak pernah mikir kalau hitam itu jelek. Saya semakin berpikir kalau orang akan suka sama saya apa adanya. Maksudnya, kalau orang suka sama saya cuma karena saya putih, gimana gitu rasanya, saya enggak se-PD (percaya diri) itu, sih. Jadi, mau hitam atau putih ya, itu saya,” paparnya.

Hingga saat ini, ia bahkan sama sekali tak berusaha untuk mengembalikan kulit tubuhnya seperti sedia kala. “Aduh, saya enggak mutih-mutihin, saya di rumah aja. Perawatan ya mungkin, secara rutinitas saya aja ya, scrub dan teman-temannya itu udah hal biasa. Tapi untuk intens yang agak ekstrim, saya enggak pernah, saya enggak seberani itu,” ujarnya santai.

Ketika ditanya, jika dibandingkan, kira-kira Michelle lebih menyukai fisik Alana atau dirinya sendiri? “Karena saya dipuji-puji mulu di film ini sama Maxime sama Jefri, saya pengin yang kayak gitu (fisik Alana) malahan. Dan selama saya di sana, cowok-cowok pada senyum, pada kayak kode-kode. Saya enggak pernah gitu sebelumnya,” pungkasnya sembari tertawa puas.

‘One Fine Day’ berkisah tentang Alana (Michelle Ziudith) dan Danu (Maxime Bouttier), sepasang kekasih asal Indonesia, yang menetap di Barcelona, Spanyol dan kerap dikawal oleh Pak Abdi (Surya Saputra).

Suatu ketika, Alana bertemu dengan sosok bernama Mahesa (Jefri Nichol). Keberadaan pria tersebut membawa kehidupan yang berbeda dalam hidup Alana.
Di sisi lain, Danu mengingatkan kepada Alana untuk berhati-hati dengan sosok Mahesa. Terlebih, penampilan Mahesa dinilai oleh Danu tampak mencurigakan dan disinyalir sebagai penipu.
Meski telah diingatkan, namun Alana merasa nyaman dengan Mahesa yang berprofesi sebagai musisi jalanan. Sampai suatu ketika, tudingan Danu yang menyebut Mahesa sebagai penipu membawanya pada sebuah fakta baru nan mengejutkan.

Film produksi Screenplay Films dengan arahan sutradara Asep Kusdinar dan skenario garapan Tisa TS, ini dibintangi oleh Michelle Ziudith, Jefri Nichol, Maxime Bouttier, Surya Saputra, Dimas Andrean, Ibnu Jamil dan penampilan spesial dari Amanda Rawles. Film ini akan mulai tayang pada 12 Oktober 2017 mendatang. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts