Shandy Aulia Unjuk Kebolehan Bikin Susu Membuat Pengunjung Mall MAG Membludag

Shandy Aulia Unjuk Kebolehan Bikin Susu Membuat Pengunjung Mall MAG Membludag

Bagaimana kalau artis cantik Shandy Aulia unjuk kebolehan membuat susu di mal? Tentu banyak pengunjung mal langsung merubung, bahkan membludag hingga memenuhi booth yang kecil imut. Demikian yang terjadi pada acara grand launching iSAy MOO di Mall Artha Gading (MAG). Sebuah bisnis baru dari Shandy Aulia setelah sebelumnya berbisnis fesyen. Bersama David Herbowo, suaminya, bintang film ‘Eiffel I’m in Love’ itu kini mencoba peruntungannya di bisnis franchise susu.

“Dalam rangka acara grand launching produk susu, saya persembahkan ini untuk kelas menengah, disini kita ada 10 rasa susu iSAy MOO by sandy aulia, susu ini halal, sehat dan pastinya dibuat dengan kualitas yang baik jadi aman dari anak-anak sampai dewasa,” kata Shandy kepada wartawan dalam acara jumpa pers grand launching iSAy MOO di Mall Artha Gading (MAG), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (21/10/2017) siang.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 23 Juni 1987, itu menerangkan, susu adalah minuman menyehatkan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Selain itu dirinya juga merupakan seorang penikmat susu sehingga ia mantap untuk menjalankan bisnis barunya itu.

“Selain saya memang suka susu strawberry, vanila dan coklat. Susu itu saya rasa kaya untuk segala jenis kalangan dan dari muda sampai tua pasti kita membutuhkan susu,” terangnya sembari menebar senyuman manis sekali.

Shandy Aulia membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mulai membuka binis iSay MOO bersamanya dengan cara franchise.

“Saya ingin memberikan kesempatan untuk anak-anak muda ataupun misalnya ibu rumah tangga atau karyawan pegawai yang ingin mulai buka usaha sendiri, dengan modal Rp 9,9 juta sudah dapat booth, produk, bahkan brand image dan branding,” ungkapnya mantap. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts