Rachel Azhari Ingin Dai Kondang Negeri Paman Sam Datang ke Indonesia

Rachel Azhari Ingin Dai Kondang Negeri Paman Sam Datang ke Indonesia

Era informasi digital memang memungkinkan orang bisa lebih mudah saling mengenal. Hal ini disikapi positif oleh artis Rachel Azhari yang pada awalnya sering melihat dakwah Syekh Yusha Evans. Dari situ berlanjut Rachel bicara via chat dengan misionaris yang kini sudah mualaf tersebut. Rachel pun ingin dai kondang Negeri Paman Sam itu datang ke Indonesia.

“Saya mengenal sosok beliau dari tahun 2007 via Youtube dan sempat bicara via chat
Percakapan kami tentang dakwah saja. Saya ingin dia bisa dakwah ke Indonesia, “ tutur Rachel Azhari kepada Akhmad Sekhu dari Moviegoers, Kamis (19/10/2017) malam.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 21 November 1975, dari keluarga Azhari itu menerangkan, “Beliau sudah berkeluarga anaknya tiga. Saya sebatas itu saja dan ingin dai kondang Negeri Paman Sam bisa berkunjung ke Indonesia.”

“Saya jelasin tentang Indonesia negara muslim terbesar di dunia dan dia menunggu ada yang mau mengajak ke Indonesia, “ ungkapnya begitu bersemangat penuh harap.

Menurut Rachel, Syekh Yusha Evans berdakwah keliling UK, Australia dll. “Tapi Indonesia negara muslim terbesar di dunia kok belum dia datangi. Gak afdol-lah. Itu niatanku, “ tegasnya.

Rachel ingin Syekh Yusha Evans tahu budaya Islam di Indonesia. “Nanti kita cari sponsor yang mau mengajak ke Indonesia, “ ujarnya optimis.

Artis yang namanya berkibar di dunia model era 90-an itu kini sudah bermukim di Amerika dengan Fatima Carmen Fuentes Azhari, buah hatinya. “Dia sempat di Pesantren KH. Nur Iskandar, dan dia pernah memangkan lomba pidati bahasa Inggris, “ pungkasnya bangga.

Yusha Evans lahir dan besar di South Carolina, Amerika Serikat. Sejak mualaf memantapkan diri untuk memeluk agama Islam, ia mempelajari Islam dari sejumlah ulama di Mesir dan Amerika Serikat. Kini, Yusha menjadi seorang dai kondang. Umat Islam di Negeri Paman Sam memanggilnya, Syekh Yusha Evans. Ia berkhidmat di jalan Allah SWT, dengan menyebarkan ajaran Islam. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts