Nominasi FFI 2017: Dominasi ‘Kartini’ Dibayang-Bayangi ‘Pengabdi Setan’

Nominasi FFI 2017: Dominasi ‘Kartini’ Dibayang-Bayangi ‘Pengabdi Setan’

Film-film unggulan tampaknya bersaing sangat ketat dalam perhelatan akbar supremasi penghargaan tertinggi perfilman Tanah Air, Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Film ‘Kartini’ mendominasi dengan meraih 14 nominasi. Dominasi film produksi Legacy Pictures tersebut dibayang-bayangi film ‘Pengabdi Setan’ dengan raihan 13 nominasi. Sedangkan, film ‘Night Bus’ menjadi ‘kuda hitam’ dengan 12 nominasi. Kemudian, tiga film lainnya: ‘Cek Toko Sebelah’, ‘Posesif’ dan ‘Sweet 20’ masing-masing 9 nominasi.

PENTING
Ketua Panitia FFI 2017, Leni Lolang, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai proses tahapan penting sejak awal Agustus 2017. “Kami melakukan beberapa tahapan seperti pemberdayaan dan pelibatan langsung dengan asosiasi profesi dan komunitas dalam menyeleksi nominasi film dan pemilihan juri akhir serta verifikasi tim penjurian,” ungkapnya di Dian Ballroom, Hotel Rafles, Lotte Avenue, Ciputra World, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017) malam.

Lebih lanjut, Leni menerangkan, proses seleksi film untuk penetapan nominasi mencakup sekitar 100 judul yang terdiri dari film cerita panjang, film dokumenter, film pendek dan film animasi. “Semua film tersebut telah beredar melalui jaringan distribusi bioskop dan non bioskop di wilayah Indonesia sejak Oktober 2016 hingga akhir September 2017, “ terang Lni Lolang.

AKURAT
Sementara itu, Ketua Bidang Penjurian Riri Reza menambahkan rekomendasi yang ditetapkan sebagai nominasi dari asosiasi dan komunitas terdiri dari 21 film cerita panjang, 6 film dokumenter panjang, 7 film dokumenter pendek, 10 film pendek dan 5 film animasi pendek. “Kami memilih berdasarkan kapasitas baik dalam dunia seni, media atau keterlibatan dalam aspek membangun ekosistem perfilman Indonesia, seperti kritik, politik budaya, pengarsipan, penyelenggaraan festival dan kajian film,” ucap Riri.

“Juri akhir dari asosiasi atau komunitas dan juri mandiri berjumlah 75 orang, akan melakukan penilaian dengan mekanisme voting yang dijaga keakuratannya oleh sistem dan lembaga akuntabel, “ Riri memungkasi.

Berikut selengkapnya daftar Nominasi FFI 2017:

Nominasi Film Terbaik
Cek Toko Sebelah
Kartini
Night Bus
Pengabdi Setan
Posesif

Nominasi Sutradara Terbaik
Edwin – Posesif
Emil Heradi – Night Bus
Ernest Prakasa – Cek Toko Sebelah
Hanung Bramantyo – Kartini
Joko Anwar – Pengabdi Setan
Ody C. Harahap – Sweet 20

Nominasi Penulis Skenario Asli Terbaik
Ernest Prakasa – Cek Toko Sebelah
Gina S. Noer – Posesif
Joko Anwar, Ernest Prakasa, Bene Dion Rajagukguk – Stip Dan Pensil
Nurman Hakim, Zaim Rofiqi, Ben Sohib – Bid’ah Cinta
Raditya Dika – Hangout

Nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
Bagus Bramanti, Hanung Bramantyo – Kartini berdasarkan kisah hidup R.A. Kartini
Fathan Todjon, Lucky Kuswandi – Galih Dan Ratna berdasarkan novel “Gita Cinta dari SMA” karya Eddy D. Iskandar
Joko Anwar – Pengabdi Setan berdasarkan film Pengabdi Setan (1980)
Rahabi Mandra, Teuku Rifnu Wikana – Night Bus berdasarkan cerita pendek “Selamat” karya Teuku Rifnu Wikana
Upi – Sweet 20 adaptasi skenario film Korea Selatan Miss Granny (2014)

Nominasi Pengarah Sinematografi Terbaik
Amalia T.S – Galih Dan Ratna
Anggi Frisca – Night Bus
Batara Goempar – Posesif
Faozan Rizal – Kartini
Ical Tanjung – Pengabdi Setan

Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik
Adipati Dolken – Posesif
Deddy Sutomo – Kartini
Ernest Prakasa – Cek Toko Sebelah
Teuku Rifnu Wikana – Night Bus

Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik
Adinia Wirasti – Critical Eleven
Dian Sastrowardoyo – Kartini
Putri Marino – Posesif
Sheryl Sheinafia – Galih Dan Ratna
Tatjana Saphira – Sweet 20

Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Alex Abbad – Night Bus
Dion Wiyoko – Cek Toko Sebelah
Slamet Rahardjo – Sweet 20
Tyo Pakusadewo – Night Bus
Yayu Unru – Posesif

Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Adinia Wirasti – Cek Toko Sebelah
Christine Hakim – Kartini
Cut Mini – Posesif
Djenar Maesa Ayu – Kartini
Marissa Anita – Galih Dan Ratna
Niniek L. Karim – Sweet 20
Widyawati Sophiaan – Sweet 20

Nominasi Pemeran Anak Terbaik
Aisha Nurra Datau – Iqro: Petualangan Meraih Bintang
Bima Azriel – Surat Kecil Untuk Tuhan
Muhammad Adhiyat – Pengabdi Setan
Muhammad Razi – Surau Dan Silek
Neysa Chandra Melisenda – Kartini

Nominasi Film Pendek Terbaik
Amak – Ella Angel
Babaran – Meilani Dina Pangestika
Buang – Eugene Panji
Jendela – Randi Pratama
Kleang Kabur Kanginan – Riyanto Tan Ageraha
Lintah Darat – Putri Zakiyatun Ni’mah
Nyathil – Anggita Dwi Martiana
Pentas Terakhir – Triyanto “Genthong” Hapsoro
Ruah – Makbul Mubarak
Salam Dari Kepiting Selatan – Zhafran Solichin

Nominasi Pengarah Artistik Terbaik
Allan Sebastian – Kartini
Allan Sebastian – Pengabdi Setan
Benny Lauda – Filosofi Kopi 2: Ben & Jody
Vida Sylvia – Sweet 20

Nominasi Penata Efek Visual Terbaik
Amrin Nugraha – Night Bus
Epix Studio, Postima, Mag – Rafathar
Finalize Studios (Heri Kuntoro, Abby Eldipie) – Pengabdi Setan
Fixit Works (Dana Riza & Faranas Irmal) – Pasukan Garuda (I Leave My Heart in Libanon)
Orangeroom CS – Gerbang Neraka

Nominasi Penyunting Gambar Terbaik
Aline Jusria – Sweet 20
Arifin Cuunk – Pengabdi Setan
Cesa David Luckmansyah – Cek Toko Sebelah
Kelvin Nugroho dan Sentot Sahid – Night Bus
Ryan Purwoko – Critical Eleven
Wawan I. Wibowo – Kartini
W. Ichwandiardono – Posesif

Nominasi Penata Suara Terbaik
Dwi Budi Priyanto, Khikmawan Santosa – Pasukan Garuda (I Leave My Heart in Libanon)
Khikmawan Santosa, Sutrisno – Kartini
Khikmawan Santosa, Anhar Moha – Pengabdi Setan
Khikmawan Santosa, Mohamad Ikhsan Sungkar, Madunazka – Cek Toko Sebelah
Khikmawan Santosa, Mohamad Ikhsan Sungkar Suhadi – Critical Eleven
Wahyu Tri Purnomo, Jantra Suryaman – Night Bus

Nominasi Penata Musik Terbaik
Aghi Narottama, Tony Merle, Bemby Gusti – Pengabdi Setan
Ivan Gojaya – Galih Dan Ratna
McAnderson – Filosofi Kopi 2: Ben & Jody
Thoersi Argeswara – Pasukan Garuda (I Leave My Heart in Libanon)
Tya Subyakto – Mooncake Story

Nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik
Isyana Sarasvati – “Sekali Lagi” – Critical Eleven
Melly Goeslaw -“Dalam Kenangan” – Surga Yang Tak Dirindukan 2
Mada The Overtunes -“Senyuman dan Harapan” – Cek Toko Sebelah
The Spouse -“Kelam Malam” – Pengabdi Setan

Nominasi Penata Busana Terbaik
Anggia Kharisma – Filosofi Kopi 2: Ben & Jody
Dara Asvia – Sweet 20
Gemailla Dea Geriantiana – Night Bus
Isabelle Patrice – Pengabdi Setan
Retno Ratih Damayanti – Kartini

Nominasi Penata Rias Terbaik
Cherry Wirawan – Night Bus
Cherry Wirawan, Dian Anggraini – Gerbang Neraka
Cika Rianda – Posesif
Darwyn Tse – Pengabdi Setan
Darto Unge – Kartini

Nominasi Film Animasi Pendek Terbaik
Darmuji 86: Bhinneka di Persimpangan – Ahmad Hafidz Azro’i
Kaie And The Phantasus’s Giants – Ahmad Hafidz Azro’i
Lukisan Nafas – Fajar Ramayel
Make A Wish – Salsabilla Aulia Rahma
Mudik – Calvin Chandra, Ardhira Anugrah Putra, Alfonsos Andre, Aditya Prabaswara

Nominasi Film Dokumenter Panjang Terbaik
Balada Bala Sinema – Yuda Kurniawan
Banda: The Dark Forgotten Trail – Jay Subyakto
Bulu Mata – Tonny Trimarsanto
Ibu (En Extraordinary Mother) – Patar Simatupang
Negeri Dongeng – Anggi Frisca
Tarling is Darling – Ismail Fahmi Lubis

Nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik
Anak Koin – Chrisila Wentiasri
Dluwang: The Past From The Trash – Agni Tirta
Living In Rob – Fuad Hilmi
Sepanjang Jalan Satu Arah – Bani Nasution
Solastalgia – Kurnia Yudha F.
Songbird: Burung Berkicau – Wisnu Surya Pratama
The Unseen Words – Wahyu Utami Wati

Sebanyak 75 dewan juri yang terdiri dari asosiasi profesi dan pengamat film akan menentukan peraih Piala Citra melalui sistem voting yang digelar pada 10-24 Oktober 2017.

Siapa yang akan menjadi pemenang? Kita tunggu pada acara puncak di Malam Anugerah FFI 2017 yang akan digelar pada 11 November 2017 mendatang di Manado, Sulawesi Selatan. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts