Meriahnya Syukuran Satu Tahun Parfi 56 Berekspresi

Meriahnya Syukuran Satu Tahun Parfi 56 Berekspresi

Tak terasa, Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 kini sudah satu tahun berdiri. Mengusung tema ‘Akting Adalah Kita’, Parfi 56 menggelar syukuran penuh kemeriahan dengan bertabur artis dan pejabat. Seperti di antaranya Amaroso Katamsi, Dedy Sutomo, Ray Sahetapi, Giring, Ketua Bekraf Triawan Munaf, Panglima TNI Gatot Nurmantyo hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Organisasi keartisan yang dipimpin Marcella Zalianty ini menjadi wadah para artis film Indonesia yang bertujuan untuk mendapatkan kehidupan artis yang lebih baik lagi.

“Ini merupakan acara syukuran dalam rangka satu tahun Parfi bekerja, wadah artis Indonesia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, “ kata Ayu Dyah Pasha selaku Ketua Panitia Syukuran Satu Tahun Parfi 56 Berekspresi saat jumpa pers acara syukuran Satu Tahun Parfi 56 Berekspresi, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, pada Senin (30/10/2017) malam.

Adapun Ketua Parfi 56 Marcella Zalianty mengatakan, “Kepengurusan kami genap satu tahun pada tanggal 24 Oktober kemarin, tapi karena satu lain hal, kita baru bisa gelar syukuran dan laporan kerja kami hari ini. Alhamdulillah sudah banyak yang kami lakukan walau baru setahun.”

Menurut putri aktris Tetty Liz Indriati dan kakak artis Olivia Zalianty, di ultah Parfi 56 yang pertama ini, ia bersama para pengurus selalu berusaha mengembangkan organisasi dan mensejahterakan kehidupan artis yang sudah bergabung. “Satu tahun sudah kami bekerja. Bagaimana kami mendedikasikan waktu kami, kecintaan kami membangun kembali PARFI 56 sebagai rumah kami. Alhamdulillah Pemerintah supportnya luar biasa dalam dunia perfilman,” tutur Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 2005 lewat film Brownies penuh rasa syukur.

Selama satu tahun berkiprah, Parfi 56 sudah mempunyai beberapa pencapaian, antara lain menjalin kerjasama dengan BPJS untuk keselamatan kerja para anggota. “Kita berperan aktif dengan menggulirkan gerakan moral anti pembajakan film dan mencanangkan gerakan #ayonontonfilmindonesia saat Hari Film Nasional, “ paparnya bangga.

Selain itu, Parfi 56 juga memberikan rekomendasi pada Komisi X DPR RI dalam Undang- Undang Perfilman serta menjalin kerjasama dengan Bekraf untuk mendalami problematika yang terjadi di dunia keaktoran. Dan untuk melindungi para pengurus dan anggotanya, PARFI 56 juga membentuk LBH Parfi 56. “Kita ingin punya manfaat bagi bangsa negara. Kerja ke depan tentunya akan lebih berat lagi. Saya berharap pengurus Parfi 56 makin kompak,” ungkapnya penuh semangat. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts