Garap Film ‘My Generation’, Upi Riset Medsos Selama 2 Tahun

Garap Film ‘My Generation’, Upi Riset Medsos Selama 2 Tahun

Upi terkenal dengan karya film-filmnya yang mengangkat kegelisahan remaja dalam mencari kesejatian. Sebut saja misalnya, film ‘30 Hari Mencari Cinta’ (2004), ‘Realita, Cinta dan Rock’n Roll’ (2006), ‘Radit dan Jani’ (2008), ‘Serigala Terakhir’ (2009), Pertaruhan (2017). Kini, ia kembali dengan karya film terbarunya berjudul ‘My Generation’. Bisa dibilang ini film ‘Upi banget’. Bahkan dalam mengarap film tersebut, Upi tak tanggung-tanggung melakukan riset yang sangat mendalam mengenai media sosial (medsos) dalam kurun waktu dua tahun untuk mengetahui kebiasaan yang dilakukan anak muda zaman sekarang.

“Saya pengin tahu pemuda zaman sekarang seperti apa sih. Kalau misalnya saya panggil anak remaja, pasti kalau saya tanya mereka tidak jujur atau menutup-nutupi,” kata Upi saat peluncuran offical trailer dan poster film ‘My Generation’ di Qubicle Center, Jl. Senopati No. 79, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran di Jakarta, 21 Juli 1972, itu menerangkan, “Jadi yang saya lakukan selama dua tahun adalah saya riset semua sosial media, saya baca komentar-komentar mereka, dan mereka sering banget bicara tentang orangtua, pendidikan, ngomong soal guru segala macam.”

Menurut Upi, dalam film yang diproduksi oleh IFI Sinema itu, banyak dialog yang diangkat berdasarkan riset tersebut. “Saya tidak mengarang, tapi memang apa adanya yang saya dapat dari riset,” ungkap Penulis Skenario Asli Terbaik versi Tempo 2014.

Upi menegaskan, “Dalam film ini ada dialog Inggris dan bahasa Indonesia karena sekarang ini memang realitanya anak sekarang ngomongnya sudah campur-campur.”

“Film ini mengisahkan tentang hubungan gap antara anak dan orangtua, anak ngeliat orangtua kayak apa, point of view orangtua ngeliat anak kayak gimana. Zaman berubah jalan pikir berubah, apalagi era medsos anak cenderung lebih kritis. Anak sekarang dengan medsos jadi lebih mudah menyalurkan apapun yang ingin mereka sampaikan,” pungkasnya.

Kisahnya tentang problematika empat remaja kekinian yaitu, Zeke, Konji, Siliki dan Orly yang batal berlibur karena sebuah kejadian. Namun, hal tersebut justru membawa empat sahabat yang berbeda karakter itu kepada sebuah petualangan kehidupan.

Film ini dibintangi empat artis pendatang baru yakni, Bryan Langelo, Arya Vasco, Alexandra Kosasie dan Luthesa. Tak hanya itu, dibintangi juga deretan artis papan atas seperti di antaranya Surya Saputra, Tyo Pakusadewo, Ira Wibowo, Indah Kalalo, Aida Nurmala serta Joko Anwar. Film ini rencananya akan tayang di bioskop pada 9 November 2017 mendatang. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts