Dirikan Acting School, Medina Ingin Bermanfaat & Jadi Bunda Anak Cirebon Berbakat

Dirikan Acting School, Medina Ingin Bermanfaat & Jadi Bunda Anak Cirebon Berbakat

Melakukan hal-hal yang bermanfaat jadi motivasi bagi Medina, perempuan cantik penuh perhatian dan cinta kasih sayang. Tujuan mendirikan acting school, ia ingin bermanfaat dan juga ingin jadi Bunda anak-anak Cirebon Berbakat. Bunda Dina, yang dijuluki Rajanya Kuliner itu bahagia ketika melihat mereka menang dalam beberapa perlombaan, seperti modelling dan acting. Lebih bahagia lagi karena mereka bisa curhat dengan dirinya tentang apapun dan ia jadi pendengar yang sabar dan selalu memberi solusi untuk mereka. Intinya, ketika melihat anak-anak bahagia, disitulah kebahagiaannya

“Hari ini mulai buka kuliner Mr LeLe, dan arah kedepannya saya mencari mitra untuk cabang-cabang Mr LeLe. Difa Production alhamdulillah jalan, sekarang juga lagi persiapan melanjutkan acting school yg dulu sempat saya tutup karena ikut mantan suami dinas ke Balikpapan n Batam, “ kata Medina menuturkan kegiatan yang sedang dilakukan sekarang kepada Akhmad Sekhu dari Moviegoers, Jumat (20/10/2017) malam.

Lebih lanjut, Medina menerangkan persiapan acting school. “Ini lagi saya pikirkan waktu yang tepatnya. Pinginnya sih lebih cepat, “ harapnya.

Membuka kembali acting school karena Medina cinta anak-anak, terutama anak-anak di Cirebon, tempat ia tinggal. “Saya pingin bermanfaat buat mereka dan pingin jadi bundanya mereka. Salah satunya melalui acting school ini, “ ungkapnya tampak begitu bersemangat.

Medina berharap bakat-bakat yang mereka miliki bisa terarah dengan baik. “Saya pingin memotivasi mereka untuk jadi lebih baik kedepannya, jadi anak-anak yang hebat, yang bisa bermanfaat melalui bakat-bakat yang mereka punya, bukan cuma acting, tapi juga bakat-bakat yang lain. Mudah-mudahan Allah ridho, “ ungkapnya lagi kali ini penuh pengharapan.

Ada hikmah yang Medina petik dati pengalaman mendirikan acting school dulu, ia jadi tahu bahwa banyak anak-anak di Cirebon yang begitu semangat pingin mengembangkan bakat mereka tapi mereka punya keterbatasan ekonomi dan nggak punya keberanian untuk ke Jakarta sendirian, bahkan ada beberapa siswanya yang pernah tertipu dimanfaatkan oleh oknum-oknum. “Saya bahagia ketika melihat mereka menang dalam beberapa perlombaan, seperti modelling dan acting. Lebih bahagia lagi karena mereka bisa curhat dengan saya tentang apapun dan saya bisa jadi pendengar yang sabar dan bisa memberi solusi untuk mereka. Intinya, ketika melihat anak-anak bahagia, disitulah kebahagiaan saya, “ tuturnya penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

Di acting school yang Medina dirikan memang hanya dari Cirebon. “Tapi setiap saya bikin perlombaan mencari bakat, peserta yang ikut ada yang dari Bandung sampai indramayu, “ ungkapnya bangga.

Acting school yang dulu didirikan jalan cuma satu tahunan. “Sesudah itu saya disangkar-emaskan oleh mantan suami, “ ucapnya terbahak.

Tapi dari setahun itu, Medina sempat undang Andre Hehanusa. “Waktu itu kita bikin concert duet Dina Difa & Andre Hehanusa, temanya ‘Anakku Matahari Bangsaku’. Terus saya undang Judika Idol, Tommy Kurniawan, Mas Unang Bagito, dan lain-lain, “ kenangnya dengan menebar senyuman.

Acting school yang Medina dirikan turut memajukan Cirebon, ditanya bagaimana dukungan pemda Cirebon maupun masyarakat Cirebon? Dengan tenang, Medina memberikan jawaban, “Alhamdulillah waktu itu saya belum begitu bergaul dengan pejabat-pejabat Pemda Cirebon karena mantan saya waktu itu posesif jadi saya menjaga perasaan papanya anak-anak. Tapi waktu itu saya didukung oleh almarhum Pak Ano, Walikota Pak Bardi, dan lain-lain. Memang saya jarang komunikasi degan mereka, hanya setiap saya membuat event, mereka hadir.”

Obsesi Medina ke depan dengan acting school yang ia dirikan, ia cuma ingin dicintai oleh anak-anak, khususnya Cirebon. “Semoga mereka bisa merasakan sayang saya ke mereka. Intinya saya pingin bermanfaat untuk mereka selagi saya masih hidup, “ tegasnya.

Adapun harapannya, anak-anak bisa termotivasi untuk melakukan hal-hal positif. “Dengan bakat yang mereka miliki mereka bisa bermanfaat untuk orang lain, “ tandasnya sumringah. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts