Demi Orang tua dan Keluarga, Ismi Darajati Optimis Menjadi Penyanyi Dangdut Terkenal

Buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya. Demikian ungkapan yang tepat pada artis cantik Ismi Darajati. Euis Herawati, ibunya, dan, Encih kurniasih, neneknya, adalah sinden Jaipong, yang bakat suara merdunya turun pada dirinya, bahkan sampai pada Bilqis Aura Nur’aini, anaknya, yang kini mengikuti jejaknya dalam dunia nyanyi dan sudah seringkali manggung. Bisa dibilang Ismi tumbuh di keluarga seniman yang tetap menjaga semangatnya untuk selalu menyanyi.

“Alhmdulilah aku sudah cukup lumayan lama menyanyi dari tahun 1995, “ tutur Ismi Darajati kepada Moviegoers, Kamis (19/10/2017) siang.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Bandung, 17 Agustus 1983 itu menerangkan awal ketertarikannya dalam dunia nyanyi karena tumbuh di keluarga sinden Jaipong yang membuat dirinya sejak kecil memang ia sudah sangat senang bernyanyi. “Jd dari mulai usia lima tahun sudah mulai ikut manggung,” terang Ismi.

“Karena gimana gitu ya seneng aja sama nyanyi dan aku bercita cita ingin mnjadi seorang penyanyi, “ imbuhnya.

Selain nyanyi, Ismi juga aktif ngajar nari anak-anak. Ketika ditanya, terjun ke dunia kesenian, apakah memang sudah bakat atau ada keturunan orang tua yang juga di kesenian? Dengan tenang, Ismi Darajati memberikan jawaban, “Ada keturunan dari orang tua dan juga memang udah bakat.”

Ismi pun menyampaikan, bahwa dulunya ibu dan neneknya adalah sinden jaipong. Bahkan anaknya juga mengikuti jejaknya dalam dumia nyanyi dan sering menggung. “Alhmdulilah anak juga ada bakat dan udah sering juga manggung, “ tuturnya penuh rasa syukur.

Obsesi dan harapan Ismi dalam dunia kesenian, ia ingin menyenangkan orang tua dan keluarga karena dari kecil sudah bercita cita ingin menjadi seorang artis dangdut yang terkenal. “Cuma belum kesampean he he, “ ujarnya terkekeh-kekeh.

Pada akhirnya Ismi mengungkap ia sudah banyak kena tipu dibohongin terus oleh orang yang berjanji akan mengorbitkan dirinya menjadi penyanyi terkenal. “Bilangnya mau diorbitkan sampai sudah habis-habisan nggak taunya nol hasilnya cuma dibohongin aja. Ada tuh salah satu PH yang curang sampai aku kecewa berat, “ ungkapnya blak-blakan.

“Pokoknya panjang ceritanya dan benar-benar menyedihkan sekali kalau diingat ngenes banget, “ imbuhnya memperlihatkan raut muka penuh kesedihan.

Ismi tetap optimis suatu hari ingin dapat meraih cinta-citanya untuk menjadi penyanyi terkenal. Ia sudah membuktikan dua album yakni ‘Lama Sudah Menanti’ dan ‘Amit- Amit’. Juga sudah banyak lagu yang dipopulerkannya, seperti di antaranya ‘Lama Sudah Menanti’, ‘Goyang Eplok Cendol’, ‘Konyol’ dan ‘Sory Layau’. Optimisme Ismi semoga saja ke depan membuahkan hasil karena buah apel itu sudah terbukti ranum dan suatu saat siap dipetik dalam meraih kesuksesan menjadi penyanyi dangdut terkenal. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts