Bintangi Film Hujan Bulan Juni, Velove Vexia Ditantang Akting Lebih Matang

Bintangi Film Hujan Bulan Juni, Velove Vexia Ditantang Akting Lebih Matang

Memang tak mudah membintangi sebuah film, apalagi film yang diadaptasi dari karya yang sudah terkenal di masyarakat. Demikian yang dialami aktris cantik Velove Vexia dalam membintangi film Hujan Bulan Juni, ia mengaku ditantang untuk berakting lebih matang. Bahkan, anak pasangan O.C. Kaligis dan Alfa Lolita itu mengaku dituntut harus menghayati dan mendalami peran yang benar-benar serius.

“Aku ditantang akting lebih matang, baik karakternya, atau pun dari dialog-dialognya,” kata Velove Vexia seusai press screening film Hujan Bulan Juni di XXI Epicentrum, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017) petang.

Lebih lanjut, dara kelahiran Manado, 13 Maret 1990 itu menerangkan, bukan dirinya saja yang dituntut untuk lebih matang dalam berakting, melainkan semua pemain di dalam film tersebut. “Sebab dalam mengejawantahkan akting dengan naskah yang diangkat dari puisi atau karya sastra semacam ini, tentunya setiap karakter memang membutuhkan penghayatan dan pendalaman peran yang benar-benar serius, “ terangnya dengan mimik serius sekali.
.
Menurut Velove di film ini lebih mengangkat sisi puisinya, maka ia memang harus mendalami setiap scene. “Kita diskusi lama banget. Setiap scene dibahas secara mendalam, layer per layer, karena pasti berhubungan kan ke scene-scene lain,” ungkapnya tampak bersemangat.

Velove mendapat peran Pinkan, seorang gadis Jawa keturunan Manado. Ia pun harus menjalani syuting di Sulawesi Utara. “Peran aku sebagai Pinkan cewek Menado Jawa, yang tadinya aku kaku banget tapi akhirnya bisa,” bebernya.

“Apalagi dua minggu di Manado, walau aku ada keturunan Menado aku di sana nggak pernah lebih dari tiga hari. Jadi firts time buat saya,” pungkasnya sumringah.

“Hujan Bulan Juni’ berkisah tentang Pingkan (Velove Vexia), dosen muda Sastra Jepang Universitas Indonesia, mendapat kesempatan belajar ke Jepang selama dua tahun. Sarwono (Adipati Dolken) nelangsa mendengar kabar ditinggal Pingkan. Sarwono ditugaskan Kaprodinya untuk presentasi kerjasama ke Universitas Sam Ratulangi Manado. Sarwono membawa Pingkan sebagai guide-nya selama di Manado. Pingkan bertemu keluarga besar almarhum ayahnya. Ia mulai dipojokkan oleh pertanyaan tentang hubungannya dengan Sarwono: perbedaan yang di mata mereka sangat besar. Bukannya Pingkan (dan Sarwono) tidak menyadarinya. Mereka sudah terlanjur nyaman menetap bertahun-tahun di dalam ruangan kedap suara bernama kasih sayang.

Dalam film Sinema Imaji dan Starvision dengan arahan sutradara Reni Nurcahyo Hestu Saputra dan skenario garapan Titien Wattimena, Velove beradu akting dengan aktor Adipati Dolken dan seorang aktor asal Jepang, Koutaro Kakimoto, yang merupakan putra pemeran Kotaro Minami dalam film ‘Masked Rider Black’, Tetsuo Kurata. Film ini tayang di bioskop selruh Indonesia mulai 2 November 2017. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts