Artis Multitalenta Vennya Adisuryo Terobsesi Ingin Go Internasional

Artis Multitalenta Vennya Adisuryo Terobsesi Ingin Go Internasional

Dunia entertainmen selalu melahirkan talenta-talenta berbakat yang siap terjun total, bahkan sekarang banyak yang terobsesi ingin go internasional. Begitu juga dengan artis multitalenta Vennya Adisuryo, yang pada awal kariernya aktif FTV (Film Televisi) dan sinetron, tapi sekarang lebih banyak syuting iklan. Awalnya keluarga kurang mendukung, makanya ia disuruh kuliah, tapi setelah melihat dirinya bisa menghasilkan dan berprestasi di industri entertainment ini akhirnya mereka mendukung. Vennya sekarang terobsesi ingin go internasional.

“Saya sekarang syuting iklan-iklan aja, “ tutur Vennya Adisuryo mengenai kesibukannya sekarang kepada Moviegoers, Jumat (13/10/2017)

Lebih lanjut, dara manis kelahiran Surakarta, 25 Oktober 1987, itu menerangkan, dulu pertama ia aktif FTV dan sinetron. “Tapi karena kuliah saya terganggu akhirnya stop dulu sampai selesai kuliah,” terang jebolan Sarjana Hukum Univeritas Pelita Harapan.

“Sehabis itu balik lagi malah di iklan terus sampai sekarang, “ imbuh anak dari pasangan Theresha Maria Martini dan Yohanes Sriyono Adisuryo, penuh percaya diri.

Menurut Vennya, ia dulu banyak membintangi FTV, seperti di antaranya ‘Kembang Pabrik’, ‘Janji Jameela’, ‘Sang Primadona’, ‘Batal di Bulan April’, dan lain-lain. Awal ketertarikannya main FTV karena dari saudaranya yang juga aktif di sinetron. “Saudara nyuruh saya ikut casting. Dari sekali casting itu saya kenal beberapa agensi dan berlanjut terus, “ ungkapnya mantap.

Vennya pintar akting dari sekolah akting di Sakti Aktor Studio milik Eka Sitorus. “Saya lihat basic beliau dari Inggris dan Amerika makanya saya tertarik belajar di sana, “ bebernya.

Terjun ke dunia entertaiment adalah cita-cita Vennya dari kecil. “Saya nggak kepikir untuk kerja di bidang lain, “ tegasnya lugas.

Ketika ditanya, bagaimana dukungan keluarga? Dengan tenang, Vennya memberikan jawaban, “Pertama mereka kurang mendukung, makanya saya disuruh ambil jurusan hukum di Universitas Pelita Harapan, tapi setelah melihat saya bisa menghasilkan dan berpreasi di industry entertainment ini mereka mendukung sekarang.”

Dunia model yang digelutinya konotasinya “negatif”, Venny menanggapinya dengan tenang-tenang saja. “Orang harus mengalaminya sendiri dulu baru bisa berkomentar, karena takutnya orang buru-buru berasumsi tanpa tahu dunia di dalamnya, “ jelasnya.

“Selama ini saya banyak bertemu orang-orang baik koq, nggak ada hal-hal negatif yang seperti dipikir orang-orang, “ Vennya menampik hal-hal negatif.

Obsesi dan harapan Vennya ke depan dalam dunia entertainment, ia ingin sekolah akting di Amerika, sekalian mencoba berkarir disana. “Sama-sama berjuang menurut saya disana lebih menghargai bakat daripada fisik dan masa depan terjamin. Saya ingin go internasional,” pungkasnya sumringah.

(Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts