Serunya Promosi Film ‘Hantu Jeruk Purut Reborn’ di CFD Jalan Thamrin-Sudirman Jakarta

Serunya Promosi Film ‘Hantu Jeruk Purut Reborn’ di CFD Jalan Thamrin-Sudirman Jakarta

Ada yang beda dari acara Car Free Day (CFD) yang diadakan di Jalan Thamrin-Sudirman Jakarta, tepatnya di depan Gedung Sarinah tampak ‘hantu’ tanpa kepala. Tentu orang-orang terkejut, tapi begitu melihat poster film di sampingnya, mereka justru mendekat. Karena sosok ‘hantu tanpa kepala’ itu sebagai bentuk promosi film ‘Hantu Jeruk Purut Reborn’. Terlebih ada Angie Yulia, artis yang membintangi film tersebut. Sehingga beberapa orang pun langsung minta foto bersama.

“Pokoknya yang penting sehat deh dan untuk promosiin healthy lifestyle. Aku juga bawa tim Hantu Jeruk Purut Reborn’ yang kebetulan buat bergabung aja sama semuanya,” kata Angie kepada wartawan, Minggu (10/9/2017) pagi.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran 25 Juli 1983 itu mengaku sudah pernah dengar dan tahu, tapi baru kali ini ke acara CFD. Makanya, saat berada langsung di lokasi CFD, wanita yang pernah tinggal di London, Inggris, ini mengaku takjub karena melihat banyaknya orang melakukan aktivitas kesehatan. “Seru, dan meriah banget karena ada musik, macam-macam kegiatan, ada jajanan. Kalau di sana (London) kan mungkin agak sepi ya, kalo taman dipakai buat jogging atau lari, emang kosong. Kalau di sini banyak hiburannya,” terang Angie.

Walau sangat menikmati suasana CFD, sayangnya masih ada yang kurang bagi Angie. Karena ia tak bisa membawa anaknya untuk ikut merasakan langsung CFD, tapi ia tetap tak patah semangat. “Hari ini anak aku nggak ikut. Kebetulan salah satu anak aku sakit panas, mungkin next week aku datang lagi dan bawa mereka,” ungkapnya.

Ketika ditanya kenapa kembali berakting? Dengan tenang, Angie memberikan jawaban, tiga tahun meninggalkan dunia keartisan membuat dirinya sangat rindu untuk kembali ke dunia seni peran yang membesarkan namanya. Sehingga ia bersama kedua anaknya memutuskan pindah ke Jakarta. “Sejak Agustus 2017 aku sudah pindah ke Jakarta. Kebetulan aku kangen sama dunia entertain yang sempat vakum beberapa tahun, setelah aku menikah dan punya anak. Apalagi pas ada tawaran untuk kembali main film horror. Hantu Jeruk Purut Reborn, aku mau nggak mau harus ke Jakarta untuk melakukan syuting.”

Sedangkan Virginia Josodipoero bagian promosi film ini menyampaikan kegiatan di CFD ini karena ia ingin merubah image film horor yang seram menakutkan menjadi sesuatu yang fun, sehat, dan membuat kegiatan kebersihan. “Kita membuat event yang bermanfaat seperti ini di acara Car Free Day. Ayo dong kita sama-sama melakukan kebaikan, “ tegasnya.

Virgin juga menyampaikan pandangan tentang perkembangan film Indonesia. “Kami senang dan bersyukur film Indonesia sudah bangkit. Kalau sekarang apapun hasilnya yang jauh lebih baik, kita dukung. Kita buktikan bahwa film Indonesia bisa menjadi lebih baik. Kalau masih kurang, kita perbaiki sama-sama. Jangan kita cela, jangan kita hina. Hilangkan yang negatif, kita lakukan sesuatu yang positif-positif, “ ungkapnya tampak penuh semangat.

Adapun aktor pendatang baru Aji Alfarent menyambut baik kegiatan promosi film ‘Hantu Jeruk Purut Reborn’ di CFD. “Promo seperti ini seru dan positif banget untuk masyarakat sekitar. Kita bersepeda dan juga melakukan kegiatan kebersihan yaitu memungut sampah. Bagus sekali acaranya!” ujarnya dengan wajah berbinar tersenyum cerah.

Film produksi DFM Pictures arahan sutradara Koya Pagayo ini juga turut dibintangi Sheila Marcia, Brayn Mckenzie, Aji Alfarent, Erlin Sarintan, Aulia Savira, Erlin Sarintan, Hans Gunawan, Santana Sartana, Vannie Hasan, Mustafa Sam Ahmed, Regita Sahla dan Haidar Fahlevi. Film ini akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 14 September 2017. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts