Pengalaman Menarik Film ‘Total Chaos’, Nikita Willy Harus Tinggalkan Logika di Rumah

Pengalaman Menarik Film ‘Total Chaos’, Nikita Willy Harus Tinggalkan Logika di Rumah

Aktris Nikita Willy cukup lama menekuni dunia hiburan, baik film, FTV, sinetron, iklan, nyanyi, maupun jadi bintang video klip, tapi baru kali ini dalam film ‘Total Chaos’ yang dibintanginya ia mengaku punya pengalaman menarik karena ia harus meninggalkan logika di rumah karena benar-benar banyak yang tidak nyambung. Tentu kita tak harus mengerutkan kening, karena film ini diproduksi memang diniatkan untuk menghibur.

“Dalam film ‘Total Chaos’, aku menjadi gadis primadona di desa yang chaos dan akhirnya aku jatuh cinta pada Rully,“ kata Nikita Willy dalam acara jumpa pers gala premiere film ‘Total Chaos’ di Bioskop Planet Hollywood XXI, Jl. Gatot Subroto Kav. 19, Karet Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (9/9/2017) petang.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 29 Juni 1994 itu mengaku punya pengalaman menarik dalam membintangi film ‘Total Chaos’. Dalam syuting dirinya lupa tagline film ‘Tinggalkan Logika di Rumah’ jadi ia selalu banyak pertanyaan pada Angling Sagaran, sutradaranya, “Om Angling kenapa syutingnya begini? Kenapa propertinya begitu? Om Angling pun mengingatkan dalam membintangi film ini harus tinggalkan logika di rumah karena benar-benar banyak yang tidak nyambung disini, “ terang sulung dari dua bersaudara pasangan Henry Willy dan Yora Febrine.

Menurut Aktris Terfavorit, film ‘Total Chaos’ benar-benar menjadi pengalaman barunya. “Ini benar-benar pengalaman baru aku main di film ini karena aku main dalam film komedi absurd, apalagi temanya post-modern, “ ungkap peraih Aktris Terfavorit Panasonic Gobel Awards 2010-2014.

Ketika ditanya bagaimana rasanya beradu akting dengan Ridwan Kamil, Walikota Bandung, Jawa Barat? Dengan tenang, Nikita memberikan jawaban, “Istimewa sekali yang menjadi orangtua aku adalah Bapak Ridwan Kamil dan istrinya. Aku senang, sebuah kehormatan bagi aku, berterima kasih, karena Bapak Ridwan Kamil beserta istri sudah memberikan waktu untuk shooting film ini,” katanya.

Nikita berharap banyak penonton yang menikmati film ini. “Sebanyak-banyaknya yang penting kita bisa menghibur masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

‘Total Chaos’ berkisah tentang Rully (Ricky Harun) yang pindah ke sebuah desa kecil bersama ibunya (Yurike Prastica) dengan harapan bisa menjalani hidup baru dan meninggalkan masa lalu mereka. Baru satu hari di desa itu, Rully bertemu dengan Rossa (Nikita Willy) yang hendak pergi sekolah. Hal tersebut membuat Rully memutuskan untuk masuk ke sekolah yang sama. Ternyata gedung sekolah khusus perempuan dan gedung sekolah khusus laki-laki terpisah. Di gedung sekolah laki-laki begitu banyak gang. Ditemani Bojel (Babe Cabita), Rully melewati petualangan seru di sekolah itu. Garang (Ciccio Manassero), pemimpin gang terkuat di sekolah itu cemburu pada Rully yang mendekati Rossa.

Dalam film produksi DePetalz Pictures arahan Angling Sagaran, Nikita beradu akting dengan Ricky Harun, Ciccio Manassero, Babe Cabita, Lula Lahfah, Ridwan Kamil, Atalia Praratya, Gary Iskak, Nur Fadillah, Awwe, Ambi Mardiansyah, Arief Brata, Arfi Ranialdi dan Yurike Prastica. Film ini mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 14 September 2017. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts