Livi Zheng Tak Tanggung-Tanggung Garap 2 Film Pendek Standar Layar Lebar Hollywood

Livi Zheng Tak Tanggung-Tanggung Garap 2 Film Pendek Standar Layar Lebar Hollywood

Sutradara muda Indonesia yang go internasional, Livi Zheng telah menyelesaikan 2 film pendeknya, yakni ‘Life is Full of Surprises’ dan ‘Second Chance’ yang lokasi syutingnya di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Meski film pendek garapannya tersebut hanya berdurasi tiga menit, Livi tak tanggung-tanggung menggunakan kamera film dengan resolusi 6K, yang merupakan kamera standar dalam produksi film-film layar lebar Hollywood, seperti di antaranya ‘Transformers’ dan ‘Pirates of the Caribbean’.

“Saya senang dan bangga bisa bekerja sama dengan pihak BRI Life dalam memproduksi dua film pendek yang mengangkat budaya dan kesenian di Indonesia,” kata Livi Zheng saat ditemui di Hotel Nam, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Blitar, 3 April 1989 itu menerangkan, kedua film tersebut mengangkat salah satu tradisi budaya di Indonesia, lewat permainan bola api dan pencak silat. “Saya seperti ketagihan untuk membuat film bertema budaya Indonesia. Ketika pihak BRI Life mengajak kerja sama, saya langsung ambil,” ungkapnya tampak penuh semangat.

Menurut Livi, meski film pendek garapannya tersebut hanya berdurasi tiga menit, tapi tetap sesuai standar. “Yang paling penting equipment-nya sesuai standar. Buat saya, film tiga menit ataupun layar lebar, standarnya saya samakan. Jadi untuk shooting film pendek ini kami menggunakan 6K supaya hasilnya maksimal. Bioskop kita sekarang masih sekitar 4K,” paparnya.

Dalam menggarap film pendek ini, Livi memboyong sejumlah peralatan produksi film dari Amerika Serikat ke Sukabumi yang menjadi lokasi pengambilan gambar dua film pendeknya itu. Bukan cuma kamera dan alat lainnya, Livi juga “mengimpor” langsung kru dari Negeri Paman Sam. “Ada juga beberapa dari Jakarta. Tapi untuk aktornya saya kerja sama dengan yang senior. Karena aktor kan depan layar, jadi saya memilih aktor yang cocok perannya dan sudah banyak pengalaman supaya hasilnya semua maksimal,” ujar Livi.

Livi menyampaikan, penggunaan kamera 6K dalam film pendek ini lebih mudah dikembangkan apabila akan diangkat ke layar lebar. “Ini film pendek, tapi standarnya udah standar layar lebar. Jadi ketika difilmkan layar lebar bisa langsung dipakai karena udah standarnya. Jadi memang udah siap kalau misalnya nanti jadi layar lebar,” pungkasnya sumringah.

Direktur Utama BRI Life, Rianto Ahmadi, mengatakan, pembuatan film pendek ini memiliki tujuan untuk mengenalkan tentang pentingnya Asuransi jiwa dalam kehidupan masyarakat.
“Kami sangat senang dengan selesainya proses syuting kedua film ini. Melalui film ini, kami memiliki harapan akan viral di masyarakat tentang pentingnya asuransi,” ungkapnya penuh harap.

Mennurut Rianto Ahmadi, BRI Life memiliki peran dan kepentingan dalam mendukung program Inklusi Keuangan dan Literasi Keuangan yang telah dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Melalui film pendek yang mengangkat tema cerita mikro ini, merupakan salah satu wujud peran aktif BRI Life dalam program inklusi dan literasi keuangan tersebut,” paparnya bangga.

Film ‘Life is Full of Surprises’ yang dibintangi Hengky Solaiman dan Prisia Nasution berkisah tentang kegigihan seorang gadis kecil dalam menjalani hidup setelah ibunya meninggal dunia. Sedangkan, film ‘Second Chance’ yang dibintangi Anna Tarigan dan Avent Christie mengisahkan tentang suami istri yang mendapat musibah besar, tapi tetap semangat menjalani kehidupannya. Dua film pendek ini rencananya akan diluncurkan pada 28 Oktober 2017, bertepatan dengan ulang tahun BRI Life ke 30 tahun. (Akhmad Sekhu)
.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts