Film ‘Eiffel I’m in Love 2’ Janjikan Lebih Dewasa dan Lebih Menarik

Film ‘Eiffel I’m in Love 2’ Janjikan Lebih Dewasa dan Lebih Menarik

Lagi, sebuah film Indonesia box office dibuat sekuelnya. Kali ini film ‘Eiffel I’m in Love 2’ dari rentang waktu dengan film sebelumnya sekitar 13 tahun kini direncanakan segera tayang. Film yang masih mengulik intrik kisah percintaan Tita (Shandy Aulia) dan Adit (Samuel Rizal) yang berlatar di kota Paris, itu dijanjikan lebih dewasa dan lebih menarik.

LDR
“Selama 14 tahun lalu kan Tita ketemu Adit. Di Eiffel, Adit melamr Tita dan berjanji mau menikah. Nah, 14 tahun kemudian Tita umurnya sudah 27 tahun, dia satu-satunya di antara teman-temannya yang belum menikah. Sebabnya karena jalani LDR dengan Adit,” kata Produser Soraya Intercine Films, Sunil Soraya di kantor PT. Soraya Intercine Films di Jalan Wahid Hasyim No.3, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017).

Lebih lanjut, Sunil memastikan bahwa cerita dalam sekuel ini akan lebih menarik. Pasalnya, Sunil sudah beberapa kali gonta-ganti penulis cerita Eiffel I’m in Love 2. Hingga akhirnya nama penulis Donna Rosamayna berhasil membuatnya terkesan. “Saya sempat menyerah cari penulis skenario sekuel ini. Karena enggak ada yang bisa dan cocok. Lalu saya kerja sama dengan Donna di film lain. Saya tanya apakah dia sudah nonton Eiffel yang pertama? Katanya sudah. Saya minta dia bikin sedikit scene-nya,” ungkapnya dengan mimik serius dan tampak tegang.

“Pas lihat hasilnya saya kaget. Kok karakternya persis, ternyata itu film favoritnya dulu. Akhirnya langsung saya tawarkan untuk bikin sekuelnya. Awal 2016 saya minta draft-nya sudah kuat banget skripnya,” imbuhnya lega.

KUALITAS
Sunil berpendapat jika naskah tidak ditulis dengan kesinambungan yang baik, penonton dapat berpikir bahwa film kedua ini merupakan film yang baru, bukannya merasa sebagai film kelanjutan. “Sekitar 10 tahun saya berusaha untuk membuat sekuelnya, tapi waktu itu saya belum dapat penulis naskah yang tepat untuk menyambungkan film pertama dan keduanya. Prosesnya cukup lama hingga akhirnya saya menemukan penulis yang tepat,” bebernya.

Meski film Eiffel I’m in Love berhasil meraup 2,8 juta penonton, namun Sunil Soraya enggan mematok ekspektasi besar pada sekuelnya. Menurutnya, yang terpenting membuat film yang berkualitas. “Saya enggak ada ekspektasi. Karena kalau buat film dengan ekspektasi biasanya gagal. Sekarang harapannya lebih ke gimana caranya bikin penonton suka dengan film dan ceritanya, serta masuk bioskop enggak merasa buang uang,” pungkasnya.

CHEMISTRY
Meski terhitung cukup lama, Shandy Aulia yang memerankan Tita dan Samuel Rizal yang memerankan Adit mengaku adaptasi yang mereka lakukan agar kembali mendapatkan chemistry tidak begitu sulit. Shandy mengaku hal ini dikarenakan mereka berdua memang selalu menjalin hubungan baik sejak lama.

Dalam memerankan Tita, Shandy mengatakan ada perbedaan yang akan tampak. “Sekarang karena sudah ada dasar karakter dari film sebelumnya, saya tinggal mengembangkan dan memberi sedikit perubahan. Perubahan itu karena Tita kan sekarang sudah lebih dewasa dalam pergaulan maupun hubungan keluarga,” jelas Shandy.

Senada dengan Shandy, Samuel juga mengatakan karakternya akan mengalami pendewasaan. Tapi jangan takut, kedua pemeran ini akan tetap menjaga bagian-bagian penting dari karakter masing-masing agar masih tampak seperti Tita dan Adit yang lama. “Ada sedikit pendewasaan karakter tapi tetap terjaga, Adit tetap cuek dan dingin,” tutur Samuel.

Film sekuel yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini direncanakan akan tayang di bioskop pada Februari 2018 mendatang. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts