Demi Penggemar Setia Baraya, Elly Noor Janji Tetap Aktif Nyanyi

Demi Penggemar Setia Baraya, Elly Noor Janji Tetap Aktif Nyanyi

Tampaknya tidak ada penyanyi setenang Elly Noor yang sama sekali tak silau maupun tergiur dengan popularitas. Dia tetap betah bermukim di daerah Cimahi, bahkan ia mengutamakan keluarga demi keharominisan rumah tangga. Menyanyi memang sudah mendarah daging makanya ia tidak terlalu pusing dengan iming-iming kemashuran yang semu. Meski demikian ia tetap hormat dan mendedikasikan kemampuan tarik suaranya pada para penggemarnya. Demi penggemar setia yang bernama ‘Baraya’, ia berjanji tetap aktif menyanyi.

“Elly menyanyi kebetulan hoby, “ ucap penyanyi Elly Noor tampak rendah hati.
Lebih lanjut, Elly menerangkan darah seni dirinya dari kakek kakaknya nenek yang orang seni sunda dalang. “Namanya kakek Juhara, setahu Elly kakek kakaknya nenek itu sebagai dalang wayang sunda, tapi itu sdh lama sekali. Sekarang kakeknya juga sudah meninggal hanya kenangannya saja. Mohon maaf bila tidak lengkap karena Elly tidak begitu tahu. Karena tentang kakek itu juga kata orang-orang yang kenal kakek Juhara, “ terang Elly.

Mwnurut Elly, ia sudah merilis tiga album dan empat single. Album pertamanya yang berjudul ‘Percuma Kau Sesali’ tahun1996 diproduksi Naviri Record. Kemudian, album kedua berjudul ‘Kawin di Bawah Tangan’ tahun 1997 masih produksi Naviri Record. Ketiga, album Sunda judul lagunya ‘Uyuhan Akang’ tahun 1996 tetap produsi Naviri Record.. Masih 1996 juga ia sempat bernyanyi tiga finama khan artis tiga E, yaitu Elly, Epi, Erin, judul lagunya ‘Hari Lebaran’ karya bang haji Rhoma Irama. “Udah itu lama tidak menyanyi, setelah menikah punya anak tiga, tertarik menyanyi lagi dan langsung terjun ke dunia rekaman tidak panggung ke panggung dulu, “ ungkapnya.

Elly merasa yang dilakukannya dalam dunia tarik suara baginya aneh karena tidak lazim dilakukan penyanyi lainnya. Dirinya selalu langsung rekaman tidak panggung ke panggung dulu, 1996, ia membawakan album kompulasi ‘Talak Tilu’ versi koplo produksi Atlanta Record. “Nah dari ‘Talak Tilu’ baru terjun dari pangung ke panggung. Lalu tahun 2011 Elly membuat single produksi BMI Record judulnya ‘Maraykayanan’ musiknya agak ngehits tidak dangdut banget. 2012 buat lagi single berjudul ‘Capcus’ produksi Global. 2013 Elly buat lagi single hits ‘Air Jahat’ produksi Kharisma Pro. Nah single ‘Air Jahat’ ini alhamdulillah naik di semua radio dangdut, juga lagu-lagu Elly yang lainnya jadi ikut naik, Alhamdulillah, “ paparnya.

“Single hits terbaru 2017 judulnya ‘Cinta Kedua’ produksi Kharisma Pro. Oh iya, dulu waktu bersama Naviri, Elly Marimar bukan Elly Noor. Memakai Elly Noor setelah bersama Atlanta yang album kompilasi ‘Talak Tilu’ sampai sekarang Elly Noor nama asli lebih pede, “ tuturnya penuh percaya diri.

Ketika ditanya, bagaimana sambutan masyarakat terhadap tiga album dan empat single-nya? Dengan tenang, Elly memberi jawaban, “Awalnya sama album-album dan beberapa single biasa saja, masyarakat luas tidak begitu antusias. Tapi setelah single “Air Jahat’ keluar sambutannya luar biasa dan akhirnya pada seneng dan mencari album-albumku dan single-singleku yang tadinya biasa saja. Berasa banget setelah ada single hits ‘Air Jahat sambutan masyarakat ke Elly sama lagu-lagu Elly, “ ungkapnya bangga.

Elly sebagai penyanyi memilih tetap tinggal di daerah bukan Jakarta. “Ya karena keluarga dan putra-putriku sekolah di Cimahi, yang utama kan buat Elly keluarga serta anak-anak nyaman senang, “ ujarnya tambah wajahnya berbinar cerah.

“Lagian kan Jakarta dekat dari Bandung bila ada acara bisa langsung otw sesuaikan waktunya, “ imbuhnya tampak begitu bersemangat.

Kalau tidak ada kegiatan nyanyi, Elly hanya di rumah. “Kegiatan aku ibu rumah tangga saja sama senam seminggu tiga kali bila sedang ada waktu luang, “ katanya.

Bagi Elly, keluarga begitu sangat berarti. “Keluarga itu segalanya buat Elly, nomer satu, Elly bernyanyi hanya hoby dan sekalian mencari rejeki juga buat anak-anak dan membantu keluarga, karena keluarga mengijinkhan Elly untuk bernyanyi, apa lagi sekarang sudah ada fans ‘Baraya’ makin suka bernyanyi dan ingin terus berkarya biar Baraya tidak kecewa, karena Elly juga sayang cinta Baraya, tapi tetap keluarga nomer satu, “ tegasnya.

Elly tidak terlalu berharap anak-anaknya turut mengikuti jejaknya jadi penyanyi. “Anak-anakku tidak ada yang mau ikut jejek aku. Mereka hanya seneng musik saja tapi tidak mau ngikut jejakku, “ tuturnya.

Obsesi Elly Noor ke depan, ia ingin membuat album. “Dan semua karya-karya Elly bisa diterima sama masyarakat disuka dan ada yang ada di hati penggemar dangdut, makin erat silaturahmi dengan Baraya, fanz elly noor, “ pungkasnya sumringah.

(Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts