Artis Pendatang Baru Teuku Anwar Ingin Peran Banyak Adegan Laga

Artis Pendatang Baru Teuku Anwar Ingin Peran Banyak Adegan Laga

Dunia hiburan selalu melahirkan talenta baru yang berbakat seperti Teuku Anwar. Bahkan ia mampu memainkan peran sangat menantang sebagai seorang psikopat. Sebuah peran yang akan mengasah kemampuan aktingnya kian matang.

“Dalam sinetron ‘Jodoh yang Tertukar’, saya berperan sebagai Gading, anak rohis-alim, teman sekolah Yani, Dito, dan kawan-kawan, “ ungkap Teuku Anwar kepada Moviegoers, Selasa (26/9/2017).

Lebih lanjut, Anwar menerangkan karakternya, “Namun, seiring perkembangan cerita, Gading ternyata memiliki sisi kepribadian lain sebagai Gilang, seorang psikopat yang berusaha mencelakakan Yani. “

Menurut Anwar, proses yang dilalui untuk mendapatkan peran dalam sinetron ‘Jodoh yang Tertukar’ melalui casting. “Saya melalui tahap casting untuk peran di sinetron ‘Jodoh yang Tertukar’, “ ceritanya.

Awal ketertarikan Anwar terjun ke sinetron karena ia sering memperhatikan proses shooting saat menemani adiknya ke lokasi shooting. “Lama kelamaan saya jadi tertarik untuk bisa ikut serta juga, “ bebernya.

Bagi Anwar, akting merupakan seni peran dimana ia bisa mengeksplorasi berbagai karakter berbeda.

Anwar dan Cut Syifa, adiknya, memulai terjun ke sinetron pada waktu yang bersamaan, sejak usia sekolah dasar. “Kami cukup sering berada dalam satu adegan. Tentu saja menyenangkan, menjalani hal yang saya suka dengan adik saya, “ paparnya.

Di luar syuting sinetron, kakak beradik itu saling diskusi mengenai sinetron yang dimainkannya. “Saat waktu luang, saya dan Syifa selalu sharing tentang apa yang kami rasa perlu diperbaiki pada satu sama lain perihal seni peran, “ ujarnya.

Teuku Anwar masih kuliah, ia pun membagi waktu antara sinetron dengan kuliah. “Alhamdulillah tidak ada masalah. Selama masa kuliah, saya mengatur waktu sebaik mungkin untuk keduanya, “ tuturnya penuh rasa syukur.

Orangtua sangat mendukung Teuku Anwar terjun dalam sinetron. “Orang tua mendukung penuh apa yang saya lakukan, karena itu saya juga senang buat menjalaninya,.“ ungkapnya dengan ekspresi bangga

Setiap artis punya keinginan dalam karir keartisannya. “Saya cenderung pada peran yang punya banyak adegan action/fighting, “ harapnya.

Obsesi dan harapan Teuku Anwar ke depan, ia berharap bisa memerankan setiap karakter yang dipercayakan kepada dirinya. “Dan yang paling penting hasilnya disukai oleh orang lain, “ pungkasnya sumringah.

(Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts