Reza Rahadian Bersyukur Raih Penghargaan Aktor Terbaik Asia-Pacific Film Festival 2017

Reza Rahadian Bersyukur Raih Penghargaan Aktor Terbaik Asia-Pacific Film Festival 2017

Reza Rahadian bersyukur meraih penghargaan kategori Aktor Terbaik atau Best Actor dalam ajang Asia-Pacific Film Festival (APFF) 2017 yang digelar di Phnom Penh, Kamboja, Minggu (30/7) malam waktu setempat. Dia menang berkat aktingnya yang gemilang dalam film ‘Rudy Habibie’ (Habibie & Ainun 2) produksi MD Pictures.

“Bersyukur dan senang banget. Awalnya nggaki tahu dan nggak pernah dengar masuk nominasinya,” kata Reza Rahadian saat ditemui di Sinematek Indonesia Lantai 4 Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/8/2017) petang.

Lebih lanjut, lelaki kelahiran Bogor, 5 Maret 1987 dari pasangan Rahim-Pratiwi Widantini Matulessy, menerangkan penghargaan itu sangat berarti bagi pemeran BJ Habibie itu. Sebab dia menjadi aktor pertama asal Indonesia yang menang di Asia Pacific Film Festival selama 57 tahun digelar. Sebelumnya beberapa aktris Indonesia yang menang, yakni Christine Hakim, Widyawati, Ayu Azhari, Rima Melati, dan Ria Irawan. “Semoga ini menginspirasi aktor muda, buat belajar meski udah terkenal harus tetap belajar. Terima kasih, bersyukur banget,” terang aktor yang memulai awal karier di dunia hiburan dengan menjadi model yang meraih juara Favorite Top Guest majalah Aneka Yess! tahun 2004.

Sebagainana disampaikan Adisurya Abdy, selaku ketua delegasi Indonesia di APFF 2017, nama Tya Subiakto juga dinobatkan sebagai Penata Musik Terbaik APFF 2017 di film yang sama. Menurut Adisurya Abdy capaian dua insan film ini sangat membanggakan bagi dunia perfilman Indonesia di mata regional. “Partisipasi Indonesia sebagai pendiri dan anggota APFF sejak tahun 1954 , prestasi ini tentunya sebentuk pembuktian, bahwa film Indonesia dan kemampuan dari insan film Indonesia di kancah regional dan internasional selalu punya tempat dan dihargai sebagaimana mestinya didalam capaian prestasi,” ujar Kepala Sinematek Indonesia.

Seperti ajang festival film lainnya. APFF 2017, juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kategori lainnya. Diantaranya Best Short Film, Best Animated Film, Best Documentary, Best Director, Best Short Film Director, Best New Director, Best Actress, Best New Actress, Best Supporting Actor, Best Supporting Actress, Best Screenplay, Best Cinematography, dan sejumlah kategori lainnya. Selain Indonesia, ajang ini diantara juga diikuti film dari Australia, Rusia, Hong Kong, China, Iran dan negara di kawasan Asia Pasifik. (Akhmad Sekhu/ BB)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts