Ratu Idola: Penyanyi Dangdut Sekarang Bukan Hanya Mengandalkan Goyang

Ratu Idola: Penyanyi Dangdut Sekarang Bukan Hanya Mengandalkan Goyang

Dunia nyanyi dangdut begitu dinamis. Selalu muncul penyanyi dangdut baru yang semakin banyak bermunculan dengan semakin banyak ajang pencarian bakat nyanyi. Dari ajang ‘Wali Band Cari Idola’, muncul penyanyi dangdut baru bernama Ratu Idola yang langsung dikontrak oleh label Nagaswara. Seorang penyanyi dangdut yang digadang-gadang punya harapan dengan karir gemilang.

“Aku nyanyi dari sekolah dasar sering ikut lomba nyanyi sampai serius di industri musik, tahun 2003 mengeluarkan album ‘Duh Sakit’, tahun 2009 mini album ‘Maafkan Aku’, tahun 2011 single ‘Anytime Beb’ tergabung di Duo d Cute dan tahun 2013 menjadi pemenang juara utama ‘Wali Band Cari Idola’ dan dikontrak oleh label Nagaswara yang sampai sekarang sudah mengeluarkan delapan single lagu, “ tutur Ratu Idola mengenai awal ketertarikannya terhadap dunia nyanyi.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Bogor, 7 Juli 1989 itu menerangkan tentang karirnya dalam dunia nyanyi. “Kalau untuk nyanyi otodidak aja, jadi penyanyi bukan cita-cita tapi hobi. Darah seni emang ada dari keluarga besar, “ terang pemilik nama lengkap Ratu Dewi Kartika.

Menurut Ratu Idola, sekarang dunia dangdut semakin bervariatif jenis musiknya. “Pendatang baru pun semakin banyak bermunculan dengan semakin banyak ajang pencarian bakat nyanyi jadi penyanyi dangdut sekarang semakin berkualitas bukan hanya mengandalkan goyang, “ ungkap penyanyi yang mengidolakan Eri Susan dan Rita Sugiarto.

Bagi Ratu Idola, menyanyi adalah melantunkan suara dengan nada-nada yang beraturan. “Menyanyi untuk menghibur orang lain, dan dapat menjadi media yang dapat mewakili perasaan. Dengan menyanyi juga dapat membuka kembali kenangan, “ paparnya menerbarkan senyuman .

Ratu Idola tak banyak berharap, karirnya dalam dunia nyanyi dijalani mengalir saja. “Mengikuti arus dan coba bertahan dengan terus meningkatkan kualitas dan terus berkarya semoga semua karyaku bisa diterima oleh seluruh pencinta musik,” pungkasnya. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts