Philips Lighting Luncurkan Program CSR ‘Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018’

Philips Lighting Luncurkan Program CSR ‘Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018’

Philips Lighting meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk ‘Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018’. Sebuah program memasangkan lampu light emitting diode (LED) berbasis tenaga surya pada desa-desa yang belum mendapat akses listrik. Targetnya, pemasangan sebanyak 2.800 titik penerangan baru di kawasan terpencil Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah, dan Maluku.

“Philips selalu berkomitmen mendatangkan lampu hemat energi berteknologi tinggi. Akses penerangan bukan hanya untuk daerah perkotaan, tapi juga daerah terpinggir yang belum dialirkan listrik,” ujar Country Leader Philips Lighting Indonesia, Rami Hajjar di XXI Club, Gedung Djakarta Theater Lt.3 Jl. MH. Thamrin No.9 Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017) siang.

Lebih lanjut, Rami Hajjar menerangkan, masih terdapat lebih dari 12.000 desa di seluruh Indonesia yang masih gelap gulita selepas matahari terbenam. Sebab daerah-daerah itu sama sekali belum memperoleh pasokan listrik. “Masih banyak yang mengandalkan penerangan dengan menggunakan lampu petromak dan lilin ketika malam hari. Keduanya lebih rentan terhadap resiko bahaya dan kesehatan,” terangnya.

Program itu sudah pernah dilakukan sebelumnya pada Sembilan desa di Sulawesi Selatan pada 2015. Hanya saja, perseroan bakal memperluas jangkauan program CSR itu ke daerah-daerah lain. Terlebih, proyeksi pertumbuhan pasokan listrik di Indonesia masih terpusat di pulau Jawa. “Itu mengapa diperlukan terobosan untuk menerangi daerah terpinggir. Maka untuk tahun ini kami memperluas jangkauan program CSR itu ke Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah, dan Maluku,” ungkapnya.

Philips Lighting dengan program CSR ‘Kampung Terang Hemat Energi’ ini sudah dirintis sejak tahun 2015. Periode pertama program ini berhasil menerangi 9 desa di Sulawesi Selatan dengan 300 titik lampu dan dinikmati oleh 11.800 penduduk. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts