Penyanyi Senior Cici Sumiati: Musik Kita Dulu Lebih Pakai Hati dan Abadi

Penyanyi Senior Cici Sumiati: Musik Kita Dulu Lebih Pakai Hati dan Abadi

Persaingan dunia nyanyi semakin ketat seiring perkembangan jaman dengan teknologi semakin canggih. Hanya penyanyi sejati yang mampu bertahan dan eksis sampai sekarang. Seperti di antaranya, Cici Sumiati, penyanyi senior yang sampai sekarang masih tetap eksis. Tentu tak mudah, tapi Cici sudah membuktikannya dengan single ‘Desember’. Sebuah upaya karya nyata yang tentu patut diacungi jempol.

“Aku baru keluarin single dan kadang masih nyanyi di event-event, “ kata Cici mengawali penuturan mengenai eksistensinya dalam dunia nyanyi.

“Single ‘Desember’ sudah ada di youtube dan masuk album ‘Pesona Cinta’, “ imbuhnya bangga.

Ketika ditanya, bagaimana tetap menjaga eksistensi dalam dunia nyanyi? Dengan tenang, Cici memberikan jawaban, “Ya dengan tetap bergaul dengan teman-teman seniman, dan tetap berkarya juga.”

Menurut Cici, perkembangan dunia nyanyi sekarang, semakin bagus dan semakin banyak genre. “Musisi muda juga semakin banyak yang hebat mainnya, “ ungkapnya tampak bersemangat.

Perihal persaingannya, antara dulu dengan sekarang, Cici punya pandangan, dulu banyak musisi yang otodidak, tp sekarang musisi banyak yang sekolah tinggi lulusan sekolah musik terkenal. “Dulu memang nggak banyak persaingan dan juga teknologi masih belum maju seperti sekarang tapi musik kita dulu lebih pakai hati dan abadi ya kayaknya, “ paparnya.

“Kalau sekarang persaingan makin banyak mesti pintar strategi juga. Meskipun semua tetap kembali ke Yang di Atas, “ imbuhnya religius dan penuh percaya diri.

Adapun mengenai single Desember, Cici membeberkan pengalamannya, “Aku senang bisa berkarya lagi dan berkumpul dengan teman-teman musisi lagi dengan yang senior seperti mbak Rien Djamain dan yang junior juga. Jadi menginspirasi aku untuk bikin album juga.”

Cici memaparkan tentang perkembangan teknologi yang begitu mempengaruhi dunia musik. “Sekarang ada youtube, ring tone, dan lain-lain yang dulu zaman aku rekaman belum ada. Dulu kita Cuma di TVRI dan radio.”

Cici dari dulu hingga sekarang tetap setia di jalur jazz. “Karena memang saya suka musik jazz n jazzy sesuai di hati dan karakter vocalku,” tegasnya.

Obsesi Cici ke depan ingin bikin album lagi. Sekarang ini ia masih memikirkan konsep dan mencari lagu yang pas. Ia mengharapkan dunia nyanyi di Indonesia semakin maju dengan musik yang mendidik dan juga bisa memberi kesejahteraan buat insan musik. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts