Nikita Willy Ungkap Keseraman dan Kemewahan Film Horor ‘Gasing Tengkorak’

Nikita Willy Ungkap Keseraman dan Kemewahan Film Horor ‘Gasing Tengkorak’

Aktris cantik Nikita Willy kini berakting dalam film bergenre horor berjudul ‘Gasing Tengkorak’. Dalam film produksi Dee Company yang mengangkat cerita dari tanah Minang itu tampaknya tak hanya menyeramkan, tapi penuh kemewahan. Tak tanggung-tanggung, syuting filmnya memakai jet pribadi. Karena karakter bernama Veronika yang diperankannya adalah seorang diva yang sangat sukses dengan jadwal konser yang sangat padat dan selalu dibantu oleh manajernya yang diperankan oleh Rendy Bragi.

“Teaser-nya enggak ada apa-apanya dengan filmnya yang jauh lebih mengerikan. Syutingnya luar biasa, enggak cuma sisi seram dan gelapnya tapi juga menampilkan sisi cantik dan mewahnya itu,” ungkap Nikita Willy saat jumpa pers peluncuran teaser dan poster film ini di Metropole XXI, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017) petang.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 29 Juni 1994 menerangkan karakter bernama Veronika yang diperankannya. “Aku jadi penyanyi yang nyaris tanpa istirahat. Jadi selain akting, aku juga nyanyi di film ini,” terang sulung dari dua bersaudara pasangan Henry Willy dan Yora Febrine.

Karena jadwal yang padat, mobilitas Veronica juga butuh kendaraan pribadi di atas rata-rata. “Kita mikir apa ya? Terus Sutradara Jose Poernomo bilang harus pakai jet pribadi. Kupikir gila nih buat syuting film horor pakai pesawat jet pribadi,” ungkap Selebriti Wanita Paling Fashionable di ajang Infotainment Awards 2017.

Tapi rupanya Jose tak main-main. Nikita benar-benar disewakan pesawat jet khusus untuk syuting film Gasing Tengkorak. “Kaget, senang, dan bangga. Perasaanya campur aduk ketika ide itu terwujud. Ini filmnya dikerjakan serius nggak main-main,” paparnya.

Nikita menceritakan selama proses syuting berlangsung. Lokasi syuting tak lepas dari bunga melati. Bahkan saat di dalam studio peluncuran teaser dan poster, bunga melati masih menghiasi beberapa bangku bagian depan layar. “Enggak tahu ya, nanti aku jelasin saat launching film kenapa ada bunga melati selama syuting dan di sini,” kata Niki tampaknya ia sengaja membikin rasa penasaran.

Begitu banyak tantangan dalam membintangi film ini. Semuanya berbeda di saat dia harus syuting stripping untuk sinetron. “Kalau sinetron atau film drama kan ekspresinya cuma senang dan sedih. Kalau film horor itu ya aku harus benar-benar kaget begitu melihat hantunya, enggak bisa kagetnya pelan,” pungkasnya sumringah. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts