Livi Zheng Garap Film “Bali: Beats of Paradise” bersama Kru Film dari Amerika Serikat

Livi Zheng Garap Film “Bali: Beats of Paradise” bersama Kru Film dari Amerika Serikat

Kreatifitas Livi Zheng seperti tak pernah berhenti. Setelah film laga ‘Brush with Danger” dan “Inside”, ia menggarap film drama semi dokumenter bertitel “Bali: Beats of Paradise” yang dibuat bersama kru film dari Amerika Serikat. Selanjutnya, ia akan menggarap dua film sekaligus, yaitu “Life is Full of Suprises” dan “Second Chance”, yang mengangkat pertunjukan bola api, cambuk api dan pencak silat.

“Jika yang lain memberikan kontribusi berupa materi dan teknologi untuk Indonesia, saya mencoba ikut berkontribusi memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia ke dunia internasional lewat media film,” kata Livi Zheng dalam jumpa pers selepas memberi sambutan dalam sesi acara “Diaspora Global Summit 2017” yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama beberapa menteri, di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) siang.
.
“Bali: Beats of Paradise” merupakan film layar lebar bertema gamelan dan serangkaian tarian magis seperti tari Jauk, Barong dan tari Rangda. Ada juga pengambilan gambar adegan acara Ngaben massal 11 keluarga di Blahbatuh. “Melaksanakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah, dimana Ngaben merupakan ritual untuk mengirim arwah jenazah pada kehidupan mendatang,” jelasnya.

Tidak melulu magis, Livi juga menampilkan adegan musik gamelan yang mengiringi pejalan kaki massal di Pantai Lembeng, Gianyar, sebuah tempat wisata yang indah berjuluk Secret Beach oleh peselancar dunia.

Guna mendapatkan visual yang realistis, Livi dan kru menghabiskan waktunya di Canggu, Kuta Utara, tinggal dan menyatu dengan penduduk lokal. “Saya dan teman-teman menikmati makanan lokal dengan segala karakter masyarakatnya. Ini adalah pengalaman berharga, bisa menikmati sekaligus menjadi bagian dari sisi kehidupan yang dipenuhi budaya dan kesenian Bali,” beber ahli beladiri Wushu ini.

Gamelan sebetulnya bukan hal baru di media film Amerika Serikat. Sebelumnya sudah ada Avatar. “Tapi pendekatan yang saya bikin sangat jauh berbeda,” tegas Livi yang juga menjadi dosen tamu di 20 universitas di dunia, seperti University of Southern California dan New York Films Academy & Communication University of China, dll.

Menurut Livi, film tersebut akan dirilis di Amerika Serikat pada sekitar Mei 2018 mendatang dan akan dilanjutkan pemutarannya di beberapa negara lain. Dia juga bersyukur, karena mantan Konsul Jenderal RI di Los Angeles yang kini menjadi Dubes RI di Korsel, Umar Hadi, bersedia menjadi executive producer film “Bali: Beats of Paradise”.

(Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts