Tya Subiakto, Penata Musik Terbaik APFF 2017 di Phnom Penh, Kamboja

Tya Subiakto, Penata Musik Terbaik APFF 2017 di Phnom Penh, Kamboja

Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman Indonesia. Tya Subiakto mendapat penghargaan sebagai Penata Musik Terbaik Asia-Pacific Film Festival (APFF) 2017 lewat film {rudy habibie} di Phnom Penh, Kamboja. Pengumuman pemenang dilakukan pada Minggu, 30 Juli 2017. Selain Tya, Reza Rahadian juga diganjar penghargaan sebagai aktor terbaik berkat perannya sebagai Rudi Habibie.

“Speechless. Saya tidak menyangka. Alhamdulillaah. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT. Tanpa Allah SWT saya tidak akan berada di posisi sekarang ini, “ kata Tya Subiakto kepada Moviegoers lewat pesan WhatsApp, Minggu (30/7/2017) malam.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 2 Maret 1979, itu menerangkan arti kemenangannya. “Bagi saya, hal ini adalah sebuah hadiah. Sekali lagi, saya tidak menyangka bahwa saya memenangkannya, “ terangnya bungah.

Ketika ditanya, kemenangan jadi beban untuk berkarya lebih baik atau jadi tolak ukur dari puncak prestasi? Dengan tenang, Tya menjawab, “Alhamdulillah, Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa berkarya di dunia perfilman. Saya bisa menganggap bahwa kemenangan ini adalah pertanda baik untuk 10 tahun saya berkarya sebagai penata musik film.”

Menurut Tya, ia hanya berjalan sebagaimana mestinya di dunia perfilman. “Yang penting bagi saya adalah jangan sampai kesempatan berkarya semakin langka untuk saya. Semoga saya bisa survive di dunia perfilman Indonesia sampai akhir hayat saya, “ ungkapnya penuh semangat.

Harapan Tya terhadap perkembangan profesi penata musik film Indonesia di masa depan. Semoga lahir ribuan penata musik film muda agar film Indonesia semakin beragam. “Saya mendukung regenerasi sineas bangsa demi perfilman Indonesia, “ pungkasnya. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts