Tandai 30 Tahun Berkarya Iis Dahlia Rilis Album ‘The Best of Iis Dahlia’

Tandai 30 Tahun Berkarya Iis Dahlia Rilis Album ‘The Best of Iis Dahlia’

30 tahun berkarya tentu termasuk waktu yang panjang dalam menjalani sebuah karir.
Untuk menandainya, Iis Dahlia merilis album ‘The Best of Iis Dahlia’ yang merangkum perjalanan karirnya bermusik dangdut dengan sekitar 28 album sejak ia berkarir era 80-an akhir. Di usia yang sudah menginjak 45 tahun, Iis pun bersyukur karena dapat mencapai waktu sekian lama berkarya dengan tetap eksis dalam industri musik tanah air.

“Beberapa orang banyak yang tanya kok Teh Iis enggak nyanyi lagi, malah sibuk juri. Jadi ini sebagai jawaban bagi penggemar saya umumnya musik dangdut. Saya harus mengingatkan orang-orang kalau Iis Dahlia tuh masih nyanyi lho. Makanya saya bikin album. Ini album terlama saya yang dibuat. Lama karena belakangan jualan album agak susah, jadi kebiasaan rilis single,” kata Iis Dahlia saat jumpa pers album ‘The Best of Iis Dahlia’ di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017) siang.

Sebagai pelaku dunia entertainment, pedangdut kelahiran Bongas, Indramayu, 29 Mei 1972, ini menjalani segala kesibukannya dengan baik. Ia pun mengaku tak memiliki obsesi berlebih. “Semua ngalir gitu aja karena saya bukan artis yang punya target-target,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iis menerangkan dalam menjalani karirnya dengan sikap menerima apa adanya. Ada rasa syukur yang selalu dipanjatkannya kala menerima job sebagai penyanyi maupun pelakon. Ia selama ini mengesampingkan sifat iri dan dengki. “Mungkin teman-teman saya yang baru datang ke dunia hiburan ini dan pencapaian udah lebih tinggi dari saya, saya gak pernah iri. Saya bersyukur yang ada aja. Saya gak pernah arrange itu dan bisa bertahan 30 tahun patut saya syukuri,” tutur istri Satrio Dewandono penuh rasa syukur.

Bagi Iis, bekerja bisa juga menjadi sarana hiburan, bukan malah membuat tingkat stres naik drastis. “Jadi cari kerja jangan yang bikin stres deh, emang saya orangnya tuh ngalir gitu aja, ga bebanin diri,” demikian prinsip ibu beranak dua, Salshadilla Juwita dan Devano Danendra.

Istimewanya dalam album ini, Iis mendapat dukungan dari banyak musisi dangdut dan juga pencipa lagu pop handal, Melly Goeslaw dan Anto Hoed, lewat tembang Jomblo Senior.
“Wah pokoknya surprise banget, Melly sampai mau bikin lagu dangdut buat saya. Padahal Melly itu paling susah kalau diminta untuk bikin lagu dangdut lho?!” ungkapnya.

Iis tampak tak mampu menyembunyikan rasa kegembiraannya. Lantaran album ‘The Best of Iis Dahlia’ dalam masa edar selama sebulan digerai yang punya jargon ‘Jagonya Ayam’ telah mencapai 70 ribu keping CD. “Alhamdulillah banget dengan album ini ya? Rasanya saya benar-benar diberikan kemudahan dan masih dipercayai sama pendengar. Mudah-mudahan kedepannya makin lancar jaya,” pungkasnya sumringah. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts