“Gue Decide” Web Series, Dilema Mengambil Keputusan Tentukan Arah Hidup Selanjutnya

“Gue Decide” Web Series, Dilema Mengambil Keputusan Tentukan Arah Hidup Selanjutnya

Sulitnya mengambil keputusan dan dorongan untuk keluar dari zona nyaman dengan segala kegelisahan yang umumnya dialami oleh generasi terkini ceritanya diangkat Ardy Octaviand, Sim F, dan Surya Adi Susianto ke “Gue Decide” Web Series. Ceritanya tentang berbagai kisah pengambilan keputusan yang menentukan arah hidup selanjutnya, dimana seseorang dihadapkan pada situasi ketika harus mengambil keputusan untuk menghadapi tantangan, mengejar mimpi atau menggunakan kesempatan pada hal baru yang ditemukannya.

Ardy Octaviand, Sim F, dan Surya Adi Susianto yang berprofesi sebagai sutradara pun pernah mengalami situasi dimana mereka tidak berani dalam mengambil keputusan sehingga berdampak pada perjalanan karir mereka. Berawal dari pengalaman ini, Ardy Octaviand, Sim F, dan Surya Adi Susianto menggagas ide untuk mengemas pengalaman perjalanan hidup dimana seseorang akhirnya berani untuk mengambil keputusan untuk menjadi lebih maju dan lebih baik yang dituangkan dalam sebuah web series. “Gue Decide” adalah judul dari web series yang idenya disambut sangat baik oleh KapanLagi Network (KLN) untuk digarap serta berkolaborasi dengan Slate. Perpaduan kerjasama ini berada di bawah sebuah project yang bernama Newland.

Serial online “Gue Decide” terbagi dalam dua tema besar yaitu “Gue Decide” The Stories dan “Gue Decide” The Series. “Gue Decide” The Stories yang disutradarai oleh Ardy Octaviand dan Sim F adalah cerita inspirasional berdasarkan pengalaman para public figure tentang keputusan yang mereka ambil sehingga mengantarkan mereka pada posisi saat ini. “Gue Decide” The Stories dibintangi oleh Fachri Albar, Rio Dewanti, Joko Anwar, Dipha Barus, dan Maruli Tampubolon.

Ardy Octaviand selaku sutradara dan salah satu penggagas ide “Gue Decide” mengungkapkan bahwa semua generasi kini seharusnya mampu untuk bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan memanfaatkan kesempatan yang ada. “Keberanian untuk mengambil keputusan adalah sebuah tindakan yang patut diapresiasi karena dengan demikian kita telah memilih untuk lebih maju, lebih baik dan bebas untuk menjadi diri sendiri”, ungkap Ardy.

Salah satu pemeran di “Gue Decide” The Stories, Fachri Albar turut mendukung ide ini. “Gue merasa ini ide yang sangat orisinil. Walaupun gue seorang pemeran, namun sebagai manusia pasti dihadapkan pada momen dimana gue harus mengambil keputusan dan harus berjuang untuk itu. Dalam project ini, gue berharap bisa menginspirasi orang lain untuk bisa percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki dan mengambil keputusan demi masa depan,” ujar Fachri.

Tema kedua yang disutradarai oleh Surya Adi Susianto, “Gue Decide” The Series adalah sebuah serial online 3 episode yang menceritakan tentang proses pengambilan keputusan yang secara nyata dialami oleh DJ Ninda Felina, Fanfani (fotografer), Chef Calvin, dan Fatsi Hakim (pemilik CHIEF barbershop).

Tentunya sebelum seseorang memberikan jawaban dengan sebuah keputusan, akan ada tahap dimana dirinya akan bergulat dengan pemikirannya sendiri. Dalam “Gue Decide” The Series proses kegalauan dan kebingungan akan ditampilkan dalam scene. “Proses pengambilan keputusan penting untuk ditampilkan sebagai gambaran kepada penonton web series bahwa dengan menjalani proses tersebut adalah momen dimana kita bisa mengeksplor diri tentang kemampuan yang dimiliki serta keyakinan bahwa kita mampu dan berani dengan mengambil keputusan”, tutur Surya.

Sementara bagi DJ Ninda Felina dengan kelihaiannya memainkan turn table, berani mengambil keputusan bukan untuk sekedar menjawab tantangan melainkan sebagai ajang dalam unjuk kemampuan dan berkomitmen untuk tampil beda dengan segala kelebihan yang dimilikinya. “Gue bisa dibilang anti-mainstream dan mengubah cara pandang orang kepada profesi DJ khususnya Female DJ. Gue menjalani proses pengambilan keputusan ini tidak semudah seperti yang dibayangkan karena pasti pro dan kontra timbul terutama jika dikaitkan dengan apa yang akan terjadi dengan hidup kita selanjutnya. Tapi ini merupakan fase dalam pembelajaran hidup untuk menumbuhkan keyakinan diri demi menuju gerbang kebebasan.”, pungkas Ninda.
Sebagai web series teranyar keluaran dari KLN, “Gue Decide” membawa nuansa yang berbeda.

“Ini merupakan sebuah web series yang sangat bermanfaat bagi generasi kini karena memberikan pembelajaran untuk mereka dalam meningkatkan kepercayaan diri ketika mengambil sebuah keputusan. Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk mengambil keputusan, tapi itu adalah pilihan yang harus ditetapkan karena dampak dari keputusan itu akan mengubah hidup kita untuk masa depan. KLN mengambil kesempatan ini karena merasa mampu dan memiliki kekuatan untuk bisa menyebarkan sikap yang positif ini”, ujar Ben Soebiakto selaku CMO KapanLagi Network.

Webseries “Gue Decide” bisa ditonton di www.guedecide.com dan diharapkan bisa menggerakkan pemikiran generasi kini untuk lebih percaya diri dengan segala kemampuan yang dimilikinya, mampu bersuara dengan apa yang diyakininya dan mengambil langkah untuk sebuah keputusan yang akan membawa perubahan dalam hidup. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts