TAMA Gelar Kompetisi Drum Online Skala Nasional

TAMA Gelar Kompetisi Drum Online Skala Nasional

TAMA Drum menggelar kompetisi drum online berskala nasional yang bertajuk ‘TAMA Groove Session Indonesia 2017’. Tak tanggung-tanggung, produsen drum ternama dunia asal Jepang ini menggandeng sejumlah juri internasional, diantaranya Charlie Benante (Anthrax), Peter Erskine (Weather Report), Matt Gartska (Animals as Leaders), Anup Sastry, Kenny Aronoff, KJ Sawka, Noriaki Kumagai (Ex Casiopea), Longineau Parson Ill (Yellowcard), Nathan Camarena (Chen), Rodney Holmes, Stewart Copeland (The Police) dan drummer legendaris yang juga merupakan mantan personil dari band progressive metal Dream Theater, Mike Portnoy serta juri Indonesia, Fajar Satritama (God Bless, EdanE).

“Kompetisi ini terbuka untuk umum. Baik pemula maupun profesional. Yang penting mengikuti syarat dan ketentuannya,” kata Patricia Dharmawan, General Manager Sales & Marketing PT. MMI, saat jumpa pers di Chick Music, Rawamangun, Jakarta, Rabu (14/6/2017) malam.

Lebih lanjut, Patricia menerangkan syarat lomba yang sangat penting untuk diperhatikan. “Para peserta dianjurkan menggunakan drum Tama. Namun jika terpaksa harus menggunakan drum merek lain, sebaiknya namanya ditutup dengan stiker Tama yang akan diberikan oleh panitia. Atau, bisa juga ditutup dengan stiker gelap. Tapi peserta menggnakan kaos atau topi dengan logo Tama, “ terangnya.

Menurut Patricia, proses penjuriannya akan berlangsung beberapa tahap. “Dari seluruh peserta akan dipilih 10 terbaik oleh Tim Juri dari Tama Indonesia, untuk kemudian akan diserahkan kepada Noriaki Kumagi serta seorang artis kelas dunia yang namanya akan diumumkan kemudian,” pungkas Patricia.

Perhelatan yang berlangsung mulai per tanggal 15 Juni 2017 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2017 ini digagas Hoshino Gakki selaku pemegang merk Tama Jepang tersebut bekerjasama dengan distributor tunggal Tama Drum di Indonesia, PT MMI. Diharapkan support dari para drummer legendaris dunia tersebut mampu mengangkat nama drummer Indonesia di kancah musik internasional.

Penghargaan utama pun telah disiapkan TAMA Drum yakni satu set drum Tama seri Starclassic Maple, yang merupakan salah satu seri cukup tinggi yang dibuat langsung di Jepang. Sedangkan bagi runner up nya mendapatkan snare Tama DMP 1465 dan pemenang ketiga memperoleh double pedal Tama Speed Cobra HP 310 LW.

Kompetisi bersifat online ini hanya mewajibkan peserta mengupload video permainan mereka ke Youtube dengan format nama : TAMA GROOVE SESSION INDONESIA 2017 Nama Peserta lalu mengisi form registrasi di www.bermusik.co.id/tama untuk syarat dan ketentuan lengkapnya. Peserta juga bisa melihat di web tersebut dimana ada beberapa persyaratan yang mesti diperhatikan sebelum mengisi entry.

Peraih hadiah utama TAMA Groove Session Indonesia pun berkesempatan tampil di Shanghai Music Messe, China pada Oktober mendatang. Shanghai Music Messe merupakan pameran yang setiap tahun diadakan di negeri tirai bambu tersebut. Selain ke Shanghai, pemenang juga akan diajak melakukan kunjungan pabrik Tama di Guangzhou, di samping dinobatkan sebagai Tama Groove Session Icon 2017. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts