Purwa Caraka Music Studio Childrens Choir Siap Tampil di New York City

Purwa Caraka Music Studio Childrens Choir Siap Tampil di New York City

Purwa Caraka Music Studio (PCMS) Childrens Choir. Sebuah kelompok paduan suara anak-anak binaan sekolah musik informal yang dibimbing pelatih Jessica Fedora Amadea ini mendapat kesempatan istimewa memenuhi undangan resmi dari Distinguished Concerts International New York (DCINY) untuk tampil dalam event berskala internasional, di Stern Auditorium, Carnegie Hall, New York City, pada Hari Sabtu, 17 Juni 2017 nanti.

“Ini bermula dari video paduan suara anak-anak kami di akun youtube setahun lalu. Tak lama setelah video itu beredar, kami menerima undangan untuk tampil di Amerika, melalui email. Tapi saya tidak langsung percaya begitu saja. Perlu beberapa waktu untuk melakukan cross check tentang kredibilitas lembaga yang mengundang itu,” kata Aditya Purwa Putra, Project Officer PCMS Childrens Choir, di Amaroossa Hotel, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2017) malam.

Lebih lanjut, Aditya menerangkan, di konser yang akan berlangsung di auditorium paling bergengsi di Amerika itu, pihaknya akan mengirimkan 23 personil yang akan tampil bersama lima paduan suara lainnya, asal Amerika, dengan menyanyikan sebuah komposisi baru berbahasa Spanyol, karya Alberto Grau bertajuk La Avispa Brava, dengan durasi 22 menit. Seluruh aksi paduan suara tersebut akan diarahkan oleh Maria Guinand, dirijen kelas dunia. “Kami satu-satunya yang berasal dari Asia. Ini membanggakan, karena kami adalah penampil pertama dari Asia. Tahun-tahun sebelumnya, acara serupa mengundang paduan suara anak-anak dari Selandia Baru dan Australia. Sekarang giliran kami dari Indonesia,” terang putra sulung Purwa Caraka ini.

Terpilihnya PCMS Childrens Choir ke Amerika, tidak lepas dari peran Purwacaraka yang senantiasa memberikan motivasi sekaligus menjadi inspirasi bagi para siswa sekolah musik miliknya itu. Bahkan, Kang Purwa, sapaan akrabnya, memimpin langsung rombongan ke Amerika yang berjumlah 43 orang, termasuk dirinya, orang tua siswa dan staf PCMS.
“Meskipun di sana saya hanya hadir sebagai penonton saja. Namun saya sangat bangga, karena bisa melihat langsung anak-anak dream team dari PCMS ini tampil di tempat yang juga menjadi impian saya untuk tampil disana,” jelas Purwa.

Menurut Purwa, pertimbangan lainnya, yaitu soal jarak dan waktu latihan. “Karenanya, kami memilih anak-anak untuk masuk dalam Dream Team Choir ini dari sekolah kami yang berada diwilayah Jabodetabek, agar bisa diajak latihan bareng seminggu sekali di PCMS BSD yang memiliki fasilitas latihan paling lengkap. Repot jika harus mengajak siswa dari luar kota. Di Jabodetabek ada sekitar 45 cabang,” papar Purwa.

“Di Amerika nanti, anak-anak akan mengenakan busana nusantara. Kami ingin nama Indonesia semakin harum di dunia internasional,” pungkasnya.

Kelompok paduan suara PCMS sebelumnya telah meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional maupun internasional. Seperti di antaranya: A Voyage of Song Festival 2009 di Penang Malaysia, International Choir 2010 di Bandung, A Voyage of Song Festival 2011 di Zhuhai China, Asia Canatate 2015 di Phuket Thailand dan Singapore Choral Festival. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts