PH Indonesia Kerjasama Pemerintah Swiss Garap Film ‘Satu Hari Nanti’

PH Indonesia Kerjasama Pemerintah Swiss Garap Film ‘Satu Hari Nanti’

Film Indonesia yang menyuguhkan panorama mancanegara tampaknya terus berlanjut. Kali ini, PH Indonesia yakni Evergreen Pictures dan Rumah Film kerjasama dengan Pemerintah Swiss menggarap film ‘Satu Hari Nanti’ yang menyuguhkan apiknya pemandangan alam Swiss. Dalam film yang skenarionya ditulis dan disutradarai oleh Salman Aristo, ini lanskap beberapa kota di negara tersebut sebagai latar ceritanya. Sebuah film yang mengungkap kehidupan dua pasang kekasih yang menghadapi kegelisahan dalam membangun komitmen di negeri orang.

“Lokasi full di Swiss. Secara skrip, 99 persen cerita di sana. Produksi juga kami kerjakan di Swiss, tanpa harus akal-akalan bikin set di tanah air,” tutur Salman dalam konferensi pers beberapa waktu yang lalu.

Adapun kota-kota yang dimaksud adalah Thun dan Interlaken. Selain itu masih ada Brienz, Bern, serta salah satu puncak tertinggi Eropa, Jungfrau. Thun merupakan kota kecil yang terkenal dengan danaunya nan rancak, selain itu memiliki sebuah kastil tua serta sungai kecilnya yang wajib dikunjungi untuk mengetahui sejarah kota tersebut.

Sedangkan Interlaken adalah kota yang letaknya di antara dua danau besar, yaitu danau Thun dan danau Brienz. Ini juga merupakan destinasi wisata di Swiss yang terkenal. Dari sini perjalanan berlanjut ke resort wisata puncak Jungfrau yang kondang, Jungfraujoch. Nah, Jungfraujoch sendiri merupakan kawasan wisata yang posisinya unik, karena dibangun di antara Puncak Jungfrau dan Puncak Monch yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen. Untuk menuju puncaknya, wisatawan bisa menjalaninya dengan dua jam perjalanan kereta api. Menjadi menarik, karena tempat ini pernah menjadi lokasi syuting dari film James Bond berjudul On Her Majesty’s Secret Service.

Brienz menjadi kota yang menyimpan khazanah budaya tradisional di Swiss. Seperti terlihat pada arsitektur rumahnya. Di sini juga terdapat danau luas yang ketika musim dingin berubah menjadi danau es. Kemudian Bern adalah ibukota Swiss nan asri. Di sana banyak warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO, paduan antara gedung pencakar langit dan bangunan klasik yang masih terjaga keasliannya sejak dahulu.

Film ‘Satu Hari Nanti’ dibintangi Deva Mahenra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus, dan Ayushita Nugraha. Proses pengambilan gambarnya berlangsung sejak pertengahan November 2016 silam. Sekarang ini filmnya masih dalam proses pasca produksi. Sementara untuk tanggal rilis, produser Dienan Silmy memastikan sekitar akhir tahun 2017. (AS/ BB/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts