Meriahkan Bulan Puasa Ramadhan, Nagaswara Rilis Album Kompilasi “Salam Religi”

Meriahkan Bulan Puasa Ramadhan, Nagaswara Rilis Album Kompilasi “Salam Religi”

Bulan puasa Ramadhan identik dengan lagu-lagu religi. Meriahkan Bulan Puasa Ramadhan, Nagaswara merilis album kompilasi “Salam Religi” yang berisi lagu-lagu religi yang dinyanyikan oleh artis–artis terbaiknya, yaitu Wali, Zaskia Gotik, Siti Badriah, Fitri Carlina, Merpati, RPH Ft Bening, Caramel, Abad 21, Jaluz, Ucie Sucita, KK Band, Keyne Star, Bintang Band dan Ziana. Mengusung tema ‘Indahnya Musik Ramadhan Menyatukan Keberagaman’, kompilasi lagu-lagu religi ini berisi 14 buah lagu.

“Kita mengingatkan musik menjadi kesatuan keberagaman. Secara bisnis album kita menahan dulu seperti ilmu padi,” ujar Rahayu kertawiguna CEO Nagaswara saat jumpa pers peluncuran album “Salam Religi: Indahnya Musik Ramadhan Menyatukan Keberagaman” di restaurant AlJazeerah, Menteng, Jakarta Pusat. Senin (12/6/2017) petang.

Lebih lanjut, Rahayu menerangkan, album ini disupport oleh provider XL dalam management publikasi album.
“Saya berharap masyarakat kita membeli yang original. Album kompilasi religi ini menjadi bukti seniman berperan dalam keberagaman,” tandasnya.

Album Kompilasi “Salam Religi”, di antaranya berisi lagu religi dari Wali dengan single “Salam 5 Waktu” ciptaan Apoy, yang telah dirilis tahun 2016 dan kini kembali dirilis ulang. Sebuah lagu yang bercerita tentang ajakan untuk mendirikan Sholat 5 waktu dalam sehari semalam, mulai dari Subuh, Dhuhur, Ashar, Magrib dan Isya. Lagu yang disuarakan lewat suara Faank vokalis Wali ini terinspirasi saat Wali bersama Parawali dan tim managemen menjalankan gerakan sosial “100 Mushola Indah”. Lagu “Salam 5 Waktu” juga menjadi soundtrack utama dari sinetron berjudul “Amanah Wali” yang tayang di RCTI selama bulan Ramadhan, dimana sinetron ini diperankan sendiri oleh para personil Wali.

Kemudian ada Zaskia Gotik dengan single “Cintaku Karena Allah” ciptaan Yogi dan Depp yang pernah dirilis tahun 2015 bercerita bahwa seluruh hidup dan matinya karena Allah, semuanya adalah milik Allah, begitupun rindu dan cinta hanya kepada Allah, karena seluruh hidup mati akan kembali kepada Allah. Lagu ini sering diputar dijadikan back song dari beberapa sinetron religi di setiap bulan ramadhan.

Single berikutnya, “Tobat Maksiat” yang pernah dirilis oleh Wali ciptaan Apoy dan kini dibawakan Siti Badriah dan berkolaborasi dengan Zaskia Gotik. Single ini bercerita tentang nasehat buat seorang sahabat agar segera tobat dari perbuatan maksiat.

Selanjutnya artis Penyanyi solo dangdut Fitri Carlina membawakan single religi ciptaan Andi Merpati dengan judul “Taqwa” yang bercerita tentang orang-orang yang meyakini Allah dengan menjalankan segala perintahnya, dan menjauhi segala larangannya. Arranssemen dilagu ini dibantu oleh Jaya Shalwa RPH.

Merpati yang selalu produktif menelurkan single-single religi, kali ini hadir dengan single “Rukun Islam” ciptaan Andi Merpati sendiri. Single ini diangkat karena Rukun Islam adalah syarat sahnya seorang muslim. Sebagai seorang muslim kita wajib tahu tentang Rukun Islam dan mengamalkannya. Serta menjadi orang taqwa dan beriman akan mendapatkan pahala jika mengamalkannya.

KK band. Band bergenre rock yang dimotori oleh Kaka yang juga vokalisnya, merilis single “Berikan Aku Hidayah” ciptaan Ale Almano, bercerita tentang seseorang yang sudah lelah dengan kehidupan duniawi, akhirnya pada suatu titik dia merasa jenuh dan bertobat dengan memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa, agar dibukakan pintu taubat dengan seluas luasnya.

Duo pendatang baru, yaitu RPH Ft Bening (Republik Patah Hati) menelurkan single religi berjudul “Alhamdulillah Lebaran” ciptaan Yogi RPH. Bercerita tentang kebahagiaan atau sukacita menyambut datangnya hari lebaran atau hari kemenangan, karena sebulan penuh umat muslim berpuasa dan diakhiri dengan bersalam-salaman di hari Lebaran.

Grup band asal Makasar, Caramel Band meluncurkan single religi “Dua Kalimat Syahadat” ciptaan Pay Caramel, yang mengingatkan kita bahwa dengan mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan wujud keyakinan bahwa “Tiada Tuhan Selain Allah, Dan Nabi Muhammad Adalah Utusan Allah”.

Jaluz, Abad 21, dan Bintang, adalah grup band NAGASWARA asal kota hujan, Bogor. Masing–masing meluncurkan single religi yang dikonsep dan dikemas dengan ciri khas Jaluz, Abad 21 dan Bintang. Single “Aku TakKan Bisa” ciptaan Reka menjadi single yang dibawakan Jaluz. Single ini bercerita tentang seseorang yang teringat cerita dari orang tua dan menyadari bahwa dosa dosanya tak bisa disembunyikan. Single “Pesan Bunda” ciptaan Robby Abad 21, bercerita tentang seorang anak yang teringat akan pesan ibunya yang mengatakan bertapa luar biasanya beribadah di bulan Ramadhan dan malam Lailatul Qodar. Untuk Bintang Band membuat single religi yang berjudul “Beri Petunjuk” ciptaan Aldy dan Rendy Zigaz yang bercerita tentang seseorang yang mencari makna dari hidup karena dulunya ia berada dalam dunia gelap, dunia keburukan dan akhirnya merasa jenuh dan mencari petunjuk dalam hidupnya.

Ucie Sucita pemenang dua penghargaan yang diselenggarakan dua televisi swasta nasional ini turut ambil bagian dengan merilis single solo religi bertajuk “Memujamu” ciptaan Andi Merpati yang bercerita bahwa hanya kepada Allah tempat kita memuja dan tempat kita bersujud. Adapun konsep musik dalam lagu ini lebih kepada genre pop religi.

Keyne Star, penyanyi solo anak asal Bandung, ikut ambil bagian dalam album kompilasi ini dengan single berjudul “Abatasa” ciptaan Apoy Wali. Sebuah lagu yang menceritakan tentang indahnya belajar mengaji.

Ziana, grup vokal perempuan berhijab yang selalu tampil cantik dan smart, meluncurkan single yang kekinian berjudul “Cinta Halal Haram” ciptaan Cakra Dewa. Sebuah lagu yang menceritakan tentang cinta dari dua sudut yang berbeda yakni, menurut agama dan kebiasaan/budaya saat ini dengan harapan mendapat kehalalan cinta sampai kepada jenjang pernikahan. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts