Warna Pictures Siap Produksi Film ‘212: The Power of Love’

Warna Pictures Siap Produksi Film ‘212: The Power of Love’

Warna Pictures siap memproduksi film ‘212: The Power of Love’. Sebuah film yang berlatar tentang aksi bela Islam yang terjadi pada 2 Desember 2016 silam yang dikenal dengan nama Aksi 212.

“Di film ini ada beberapa kisah emosional yang banyak daya tariknya bagi rekan-rekan yang ikut aksi ini. Dan menjadi cara awal skeptis dan berubah pandangannya terhadap Islam. Akhirnya kami mendevelop sebuah cerita dengan ‘212 The Power of Love’,” kata sutradara Jastis Arimba saat jumpa pers film ‘212: The Power of Love’ di Abuella Cafe, Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, Selasa (23/5) malam .

Lebih lanjut, Jastis menerangkan, “Ini cerita cinta antara hubungan manusia satu dengan yang lain dan juga cinta manusia terhadap penciptanya. Secara sederhana film ini menceritakan sosok Rahmat yang sudah berpisah 10 tahun dari ayahnya yang seorang tokoh agama. Mereka masih saling membenci dan tidak bertegur sapa dan pada akhirnya dia merasa terjebak dalam aksi 212.”

‘212: The Power of Love’ berkisah tentang Rahmat, jurnalis di sebuah media besar yang tanpa disangka-sangka pulang ke kampung halamannya karena sang ibu meninggal dunia.

Rahmat seringkali bertengkar dengan sang ayah yang berwatak keras. Tak disangka ayah Rahmat yang sudah tua dan juga seorang tokoh agama di desanya pada akhirnya melakukan longmarch bersama para kaum muslimin di desanya untuk segera pergi ke Jakarta dan ikut berpartisipasi dalam aksi 212.

Dalam hal ini Rahmat berbeda prinsip dengan sang ayah. Ia menganggap aksi ini hanya merupakan sebuah gerakan politik dengan menunggangi umat Islam dalam suatu kekuasaan. Pada akhirnya, ia terpaksa ikut aksi tersebut untuk menemani ayahnya yang sudah tua renta.

Adapun aktor Fauzi Baadila yang dipercaya memerankan tokoh Rahmat sempat berpikir ketika ditawari untuk bermain dalam film yang akan diproduksi setelah Idul Fitri tahun ini.

“Gue masih bertanya-tanya. Karena gue rada banyak pro kontra, gue nggak mau buat kesalahan juga. Ternyata mas Jastis bilang ada beberapa ulama yang memberi restu, dari situ gue ngerasa aman dan yakin,” ungkap Fauzi.

Selain Fauzi Baadila, film ini juga dibintangi Adhin Abdul Hakim, Hammas Syahid, Asma Nadia, Meyda Safira, Cholidil Assadil Alam, Ustadz Erick Yusuf, dan beberapa pemain lainnya. Skenario ditulis oleh Jastis (doku Indonesia XXL) bersama Ali Eunoia (doku Rindu Sang Murabbi). Jastis juga menjadi produser sekaligus sutradara. Helvy Tiana Rosa dipercaya untuk supervisi naskah. Sementara, Ustaz Erick Yusuf menjadi produser konsultasi. Film ini direncanakan akan tayang pada bulan Desember 2017 mendatang. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts