Tantangan Syifa Hadju Lakoni Peran Gadis Tunawicara dalam Film ‘Selebgram’

Tantangan Syifa Hadju Lakoni Peran Gadis Tunawicara dalam Film ‘Selebgram’

Tak gampang memang melakoni sebuah peran dalam film. Demikian tantangan yang dihadapi artis manis pendatang baru Syifa Hadju melakoni peran sebagai Cello, seorang gadis tunawicara dalam film ‘Selebgram’. Sebuah peran cukup menantang, yang tentu bisa menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi dirinya.

“Aku berperan sebagai Cello, seorang gadis tunawicara. Ini pertama kalinya aku belajar bahasa isyarat,” kata Syifa Hadju saat Gala Premiere Film ‘Selebgram’ di XXI Kuningan City, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2017) malam.

Lebih lanjut, dara kelahiran Jakarta, 13 Juli 2000, itu menerangkan, ia dilatih oleh ahli bahasa isyarat. “Orangnya yang ngelatih kak Dinda Hauw waktu jadi tuna wicara di film ‘Ayah, Mengapa Aku Berbeda’. Makanya aku juga mempelajari akting kak Dinda. Tapi kalau kak Dinda dikasih waktu sekitar delapan bulan, aku cuma dateng sekali dan selama dua jam kita reading. Setelah itu cuma ada waktu dua jam aja belajar bahasa isyarat. Jadi kita membedah skenario buat lebih mendalami bahasa isyarat, “ terang artis yang mengawali kariernya dalam sinetron ‘Bintang di Langit’.

Bagi Syifa, adegan menjadi seorang tunawicara tak semudah yang terlihat. Ia harus memadupadankan gerakan dengan ekspesi wajah dan gestur yang sangat cepat. “Lumayan susah. Semua gerakan harus cepat. Tunawicara itu gerakannya cepat, dan aku di sini jadi tunawicara yang sudah lama, jadi harus cepat dan jangan kacau. Harus memainkan ekspersi, gestur, dan mata aku yang bicara,” tuturnya.

Menurut Syifa, tak hanya itu, ia juga harus mempelajari adegan ini dalam waktu yang singkat. Dia diminta menghafalkan seluruh gerakan hanya dalam waktu seminggu. “Dikasih waktu belajar seminggu, sebentar banget. Sedangkan di film sebelumnya belajar enam bulan,” ungkapnya.

Syifa mengaku sempat stres ketika ditawari film ‘Selebgram’. Hal ini terutama karena persiapan yang sangat singkat sehingga ia harus berusaha lebih keras untuk mendalami perannya. “Aku jujur aja sempat stres pas ditawarin main film ini, karena waktu persiapannya sebentar banget. Padahal aku harus jadi gadis tuna wicara. Ini bukan peran yang gampang dan butuh persiapan khusus,” bebernya.

“Tapi aku diminta mempersiapkan diri dalam waktu cukup singkat. Memang ada proses reading dan segala macam, tapi kan tetap saja harus ada persiapan khusus buat aku mempelajari bahasa isyarat,” imbuhnya.

Ketika ditanya, apa saja kesulitan selama proses syuting? Dengan tenang, Syifa memberikan jawaban, “Selain harus mempelajari bahasa isyarat dengan baik, aku juga harus sering nahan ketawa, hehehe. Maklum saja karena di film ada banyak komedian, stand up comedian. Wah aku jadi suka ketawa dan dibecandain melulu. Ini memang ada drama dan komedinya, tapi disini aku dapetnya hampir semua adegan sedih dan nangis. Yah memang harus terbiasa.”

Syifa merasa mendapat banyak pengalaman selama syuting film ini. “Seperti aku bilang tadi, di sini aku dapet peran yang menantang dan belum pernah aku mainkan sebelumnya. Jangankan aku, karakter orang tuna wicara atau mempunyai kekurangan seperti ini jarang diangkat jadi tokoh utama di film. Dan ternyata aku punya kesempatan mendapat peran seperti itu dan ini jadi pengalaman dan pelajaran berharga buat aku, “ pungkasnya sumringah.

Film ‘Selebgram’ berkisah tentang kehidupan Kamal (Aldi Maldini) yang baru lulus kuliah, berubah drastis karena bapaknya bangkrut. Kisah cinta yang dibina bersama Billa (Billa Barbie) juga kandas. Calon mertuanya memutus rencana pernikahan mereka. Tambahan lagi, bapaknya berutang banyak pada rentenir. Kamal selalu mencari jalan untuk membantu bapaknya. Dia berharap bisa menjadi Selebgram agar bisa mendapat endorse dan menghasilkan uang. Menjadi Selebgram bukan perkara mudah. Kamal putus asa. Di tengah keputusasaan itu, Kamal bertemu dengan Cello (Syifa Hadju). Gadis tunawicara itu mengubah jalan hidupnya. Cinta membuatnya mampu menghadapi semua persoalan dibantu Sherly (Ria Ricis), kakak Cello.

Dalam film produksi K2K Pictures dengan arahan sutradara Wishnu Kuncoro dan skenario garapan Herry Barissa, dan Puji ‘Puput’ Lestari, penulis skenario cum laude wartawan film, ini Syifa beradu akting dengan Alvaro Maldini, Ria Ricis, Billa Barbie, Arif Didu, Joe P Project, Opie Kumis, Rudi Sipit, Mono Cocok dan Erlin Sarintan. Film ini tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Mei 2017 mendatang. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts