SC Johnson Gelar Nobar Film ‘Kartini’ Bersama 500 Guru Jumpa Dian Sastrowardoyo

SC Johnson Gelar Nobar Film ‘Kartini’ Bersama 500 Guru Jumpa Dian Sastrowardoyo

Dian Sastrowardoyo yang disebut-sebut sebagai ikon kebangkitan film nasional bersama Nicholas Saputra dalam film ‘Ada Apa dengan Cinta?’ (AAdC) itu selalu mendapat peran perempuan yang tangguh dalam film-film yang dibintanginya, mulai dari Pasir Berbisik (2001), AAdC (2002), Puteri Gunung Ledang (2004), Ungu Violet (2005), Belahan Jiwa (2005), Dunia Tanpa Koma (Serial TV, 2006), 3 Doa 3 Cinta (2008), Drupadi (2008), 7/24 (2014), Gangster (2015), AAdC 2 (2016), sampai film Kartini (2017) yang perannya begitu tangguh dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Hingga tak berlebihan kalau SC Johnson mendaulatnya jadi brand ambassador untuk produk anti nyamuk Baygon. Dalam tayangan iklannya, Dian sebagai sosok ibu tangguh yang senantiasa mampu melindungi keluarganya dari gigitan nyamuk yang mungkin membawa virus DBD dan Zika. Dian tampak selalu siap sedia dengan semprotan ampuh Baygon Flower Garden yang wangi khasnya mampu membunuh nyamuk dan kecoa tanpa ampun.

Lalu, bagaimana dengan kehidupan nyata Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2004 lewat film AAdC?, apakah setangguh wanita-wanita dalam film yang dibintanginya? “Kalau ditanya seperti apa ibu tangguh itu, saya sendiri mungkin kesulitan menjawabnya. Karena saya merasa apa yang saya lakukan sekarang ini menjalani dua peran yang berbeda yakni sebagai ibu rumah tangga dan sebagai professional pemain film butuh ketangguhan tersendiri,” tutur Dian Sastrowardoyo tampak begitu jujur saat jumpa pers acara nonton bareng (nobar) SC Johnson bersama 500 Guru di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (5/5/2017) malam.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982 bernama lengkap Dian Paramita Sastrowardoyo itu menerangkan, satu hal yang jadi pegangannya adalah wejangan ibunya yang terus selalu mengingatkan hal-hal baik yang harus dilakukan. “Ibu menjadi pendorong saya untuk selalu bersemangat. Saya tahu benar perjuangan ibu dalam membesarkan anak-anaknya. Meski tantangan jamannya sedikit berbeda, tapi secara garis besar hampir selalu sama. Yakni jadilah ibu yang bisa mengerjakan banyak hal, mengerti kebutuhan keluarganya, tapi tetap memiliki kehidupan sosial yang baik,” ucap putri pasangan Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini yang memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 1996, sebagai juara pertama di ajang ‘Gadis Sampul’ Majalah Gadis.

Ucapan Dian ini mengingatkan kita pada pesan ¬Ngasirah, ibu kandung Kartini, yang diperankan dengan sangat menawan oleh aktris Christine Hakim untuk Kartini, “Sing kuat, Ni!”

Mengenai film Kartini yang dibintanginya, istri dari Maulana Indraguna Sutowo dan mamah muda dari dua anak bernama Syailendra Naryama Sastraguna Sutowo dan Ishana Ariandra Nariratana Sutowo itu memiliki pandangan bahwa Kartini memang adalah sosok yang tangguh. “Ketika menerima peran sebagai Kartini, saya sudah membayangkan bahwa tidak akan mudah memainkan sosok kartini mengingat semua tentang kartini sudah banyak diketahui orang. Kartini adalah contoh sosok wanita tangguh yang hidup di jaman yang masih sangat dikuasai kaum laki laki namun ia berani membuat terobosan, agar wanita tidak melulu menjadi serba penurut. Tapi dengan argumentasi kecerdasan, dia bisa membuka belengggu yang selama ini ditabukan,” tegasnya.

Dian berharap, setelah menyaksikan film Kartini, para guru memiliki wawasan tambahan tentang sosok Kartini selain yang sudah dikenal selama ini. “Karena di film ini, Kartini menunjukkan kepeduliannya kepada pendidikan. Kartini adalah sosok yang tangguh,” pungkasnya.

Senada dengan Dian, seorang guru bernama Sri yang berasal dari Jakarta Selatan seusai menonton film ‘Kartini’ mengatakan bahwa ia memang melihat sisi lain dari kehidupan Kartini. “Dalam film ini saya tidak menemukan Kartini yang pendiam seperti pada foto-foto yang se¬ring kita lihat di sekolah. Berkat film ini saya jadi tahu bahwa Kartini adalah perempuan cerdas, orang Jawa yang terbelenggu adat, namun bisa dan berusaha menikmati hidup sebagai perempuan Indonesia yang ingin maju dengan bekal ilmu pengetahuan,” ungkapnya mantap.

Acara nonton bareng film ‘Kartini’ yang digelar SC Johnson ini menghadirkan 500 guru untuk berjumpa langsung dengan Dian Sastrowardoyo, pemeran utama film ‘Kartini’. Acara ini merupakan bagian dari Kampanye #ibutangguh yang sedang didengungkan agar kita semua selalu siap sedia semprotan ampuh Baygon Flower Garden yang wangi khasnya mampu membunuh nyamuk dan kecoa tanpa ampun. Keluarga kita akan tenang, aman dan nyaman serta terbebas dari penyakit DBD dan Zika. Indonesia Sehat. (Akhmad Sekhu/ foto: Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts