Rina Bule Lebih Memilih Buka Resto Ketimbang Jadi Anggota Dewan

Rina Bule Lebih Memilih Buka Resto Ketimbang Jadi Anggota Dewan

Rina Bule, penyanyi yang dikenal memiliki goyang hot dangdut dan jaipong, ini mengaku pernah ditawari sebuah parpol untuk daftar mencalonkan diri sebagai anggota DPRD di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu. Namun, merasa tidak memiliki keahlian dalam berpolitik, maka ia lebih suka jadi penyanyi dan pengusaha.

“Saya nggak punya keahlian untuk jadi anggota dewan. Makanya saya lebih suka jadi penyanyi dan penguasaha saja. Salah satu usaha yang jalani ya buka resto,” ujar Rina Bule kepada wartawan, Senin (29/5/2017).

Lebih lanjut, penyanyi kelahiran Tasikmalaya ini menerangkan, resto yang dijalaninnya saat ini berada di Bali dan Bandung. Kini, ia menambah satu unit usahanya tersebut dengan membuka cabang baru di kawasan Depok, Jawa Barat. “Tepatnya di Pasar Segar, Jalan Tole Iskandar, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, “ terangnya tampak penuh semangat.

Menurut Rina Bule yang tengah merilis single terbaru berjudul “Abang Jahat” ini, resto yang diberi nama Kedai Rinbulls itu sangat prospek. Bahkan, pengunjungnya sangat rame. Tapi pada bulan puasa diakuinya sedikit ada penurunan omset terutama pada jam makan siang, karena mulai sore hari.

“Pokoknya dijamin puas dan nyaman di Kedai Rinbulls. Hehehe,” tandas penyanyi yang ngetop lewat tembang ‘Mabuk Janda’ ini.

Kedai Rinbulls yang pada saat launching dibuka oleh Ketua DPRD Kota Depok ini menyajikan berbagai makanan dan minuman. Selain dapat menikmati makanan khas Kedai Rinbulls, tamu juga dapat bernyanyi dan bergoyang di mini stage yang khusus disediakan untuk hiburan. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts