Nagaswara Rilis ‘2Rockomotive’ Satukan The Dance Company & Saint Loco, Pelopor Rock Tanah Air

Nagaswara Rilis ‘2Rockomotive’ Satukan The Dance Company & Saint Loco, Pelopor Rock Tanah Air

Di Indonesia, sebenarnya musik rock merupakan aliran musik yang paling banyak digemari banyak orang, terutama kaum mudanya. Sepinya gelaran musik rock membuat Nagaswara tergerak untuk merilis album ‘2Rockomotive’ dengan mempersatukan The Dance Company dan Saint Loco yang diharapkan kedua band rock tersebut akan menjadi pelopor bangkitnya musik rock Tanah Air.

“2Rockomotive ini idenya sederhana. Saya mempersatukan The Dance Company dengan Saint Loco dalam satu album ini dengan harapan saya ingin dua band rock tesebut menjadi pelopor bangkitnya musik rock Tanah Air,” kata Rahayu Kertawiguna selaku CEO Nagaswara saat jumpa pers peluncuran album 2Rockomotive’ di Hard Rock Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Lebih lanjut, Pak Rahayu, sapaan akrab Rahayu Kertawiguna, menerangkan, “Kalau The Dance Company dari awal saya suka karena mereka entertain dan performers sejati. Mereka vokalis unik keempatnya bisa nyanyi. Kalau Saint Loco itu menurut saya Linkin Park-nya Indonesia,”

The Dance Company hadir dengan single berjudul Foto yang mereka ciptakan bersama. Lagu tersebut berangkat dari pemikiran klasik untuk menyimpan foto orang tersayang di dompet mereka. “Foto itu cuma simbol klasik yang kita lupakan. Mungkin sekarang nyimpen foto di handphone, kalau dulu nyimpen foto pacar atau istrinya di dompet. Itu bicara trust (rasa saling percaya). Yang mendasari hubungan itu adalah rasa percaya,” ujar Pongki vokalis sekaligus bassis The Dance Company.

Adapun, Saint Loco ingin mengulang kesuksesan lagu Iwa K dan DJ Tius dengan menghadirkan single Bebas yang pernah populer di era 90an. “Kita berinisiatif Bebas jadi hits kita karena jujur influence Iwa K di perjalanan musik Saint Loco lumayan jadi masukan yang mempengaruhi kita dalam bermusik dan influence yang memenuhi genre kita di rock alternatif dan kita sepakat jadikan Bebas,” ujar Berry Manoch vokalis Saint Loco.

The Dance Company terdiri dari Ariyo Wahab alias Riyo (vokal), Pongki Barata alias Wega (bas), Baim alias Bebe (gitar), dan Nugie alias Mbot (drum). Adapun, Saint Loco terdiri dari Berry Manoch (MC), Johan Tirta (vokal), Nyonk Webster (drum), Gilbert Joshua (bas), dan Iwan Hoediarto (gitar). Kedua grup band rock tersebut dengan performance terbaiknya, sebagaimana judul albumnya: ‘2Rockomotive’ masing-masing memang punya harapan untuk menjadi pelopor bangkitnya musik rock Tanah Air. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts