Maya Wulan, Si Kanjeng Mami, Karir Menjulang Obsesi Dapatkan Piala Penghargaan

Maya Wulan, Si Kanjeng Mami, Karir Menjulang Obsesi Dapatkan Piala Penghargaan

Melakoni karier sebagai artis tentu ada suka dukanya, pahit manisnya, pasang surutnya. Demikian juga dialami artis Maya Wulan, yang terkenal dengan perannya sebagai Kanjeng Mami dalam komedi situasi ‘Awas Ada Sule’. Artis bertubuh subur itu mengawali karir dari bawah, seperti artis kebanyakan pada umumnya. Mulai dari casting, kemudian mendapat peran di berbagai sinetron hingga film layar lebar.

“Setelah lulus kuliah, saya kerja di sebuah kantor di daerah Pondok Indah, tapi tidak betah, dan akhirnya saya resign. Sampailah waktu itu, saya bingung mau ngapain. Nah, tahun 2002, mama dan adik saya lagi jalan di mall, ketemu sama agensi iklan, mau ngajakin adik saya buat casting iklan. Dan mama bilang, gimana kalau Maya ikutan casting. Yaudah, saya mau juga. Trus, kita foto di studio foto, cetak banyak foto, di belakang foto itu tulis nama, umur, tinggi dan berat badan, “ kata Maya Wulan kepada Moviegoers dalam wawancara eksklusif.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 10 September 1974 bernama lengkap Maya Wulan Sardjono itu menerangkan, “Mulailah saya casting iklan dan sinetron sana sini.
Sampai akhirnya, alhamdulillah pecah telor dapat sebuah iklan.”

Menurut Wulan, setelah itu banyak tawaran iklan berdatangan menghampiri dirinya. “Nah, setelah itu alhamdulillah saya membintangi banyak iklan. Sambil sembari terus casting dari rumah produksi ke rumah produksi. Trus, akhirnya saya main sebagai figuran berdialog sebagai guru di sinetron ‘Pernikahan Dini’ produksi Prima Entertainment.
Setelah itu, masuk ke Sinemart, ikut di sinetron weekly ‘Impian Cinderella’, ‘Penyihir Cinta’, ‘Pengantin Remaja’. Sampai akhirnya, saya dipanggil PH Rapi Film untuk ikutan di sinetron ‘Cerita SMA’, dimana saya berperan sebagai ibunya Baim kecil.”

Karier Maya terus berkembang, setelah itu, beberapa sinetron Rapi film, dan FTV garapan PH Sinemart seperti ‘Pintu Hidayah’, ‘Maha Kasih’, dan judul-judul lepas FTV dibintangi. Setelah dapat striping di ‘Cerita SMA’, dari MNC Pictures memanggilnya untuk ikut di sitkom ‘Komedi Pasar Komplek’, main bareng Alm. Eko DJ dan Tarra Budiman, sutradaranya Cuk FK dan Eric Satyo. “Saya berperan sebagai Bu Besar, orang Tegal, pemilik Warteg di pasar, ” ungkapnya bangga.

Setelah kenal dengan Cuk FK, Maya diajak terus untuk main dalam program-program Cuk FK, walaupun waktu itu masih shooting promo/pilot project, ada beberapa judul waktu itu.
“Alhamdulillah, tembus lagi kerja bareng mas Cuk FK di sitkom garapan beliau, judulnya ‘Ingat-Ingat Lupa’, saya berperan sebagai Bu Gusur. Main bareng Andre Taulany, Augie Fantinus, Virnie Ismail, dll. Alhamdulillah striping bertahan delapan bulan tayang di MNC TV. Produksi Multivision, “ kenangnya.

“Setelah ‘Ingat-Ingat Lupa’ selesai, mas Cuk persiapan bikin sitkom baru, judulnya ‘Awas Ada Sule’. Disitu mas Cuk minta saya berperan sebagai Kanjeng Mami, seorang ningrat dan tokoh feodal yang selalu dikerjain sama pembantunya, Sule, ” pungkasnya sumringah.

Kepopuleran Maya berperan sebagai Kanjeng Mami dalam komedi situasi ‘Awas Ada Sule’ memang begitu melekat dalam ingatan masyarakat penonton dunia hiburan. Maya sangat meikmati kepopulerannya yang hingga kini semakin diperhitungkan dalam jagat hiburan. Obsesinya ingin mendapat piala penghargaan di ajang festival dan itu memang yang membuat dirinya terus terpacu untuk meningkatkan kemampuan aktingnya. Debut filmnya: ‘Sule, Ay Need You’ (2012), kemudian cukup banyak film dibintanginya, seperti di antaranya; Moga Bunda Disayang Allah (2013), Caleg By Accident (2014), Komedi Moderen Gokil (2015), Komedi Gokil 2 (2016), Maju Kena Mundur Kena Returns (2016). Doa, semangat dan kerja keras, kerja cerdas. Impian dan harapan. Karirnya terus menjelang. Semoga terwujud obsesinya mendapatkan piala penghargaan, yang nanti akan tiba indah pada waktunya. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts