Ganesa Perkasa Films Siap Rilis Film ‘Bukan Cinta Malaikat’ pada 13 Juli 2017

Ganesa Perkasa Films Siap Rilis Film ‘Bukan Cinta Malaikat’ pada 13 Juli 2017

Setelah mewarnai industri perfilman Indonesia sejak tahun 1980, di pertengahan tahun 2017 ini, Ganesa Perkasa Films siap merilis film yang sarat dengan pesan moril bertema Islamic Love Story, berjudul “Bukan Cinta Malaikat”. Sebuah film pertama international production dari Ganesa Perkasa Films.

Untuk produksi film ini, Ganesa Perkasa Films bekerjasama dan berkolaborasi dengan produksi film Malaysia, Ace Motion Pictures SDN BHD. Naskah film “Bukan Cinta Malaikat” sendiri ditulis oleh Aziz M. Osman yang juga selaku sutradara bersama Hendarnius Larobu.

Film “Bukan Cinta Malaikat” diperankan bintang-bintang ternama Indonesia, seperti Fachri Albar, Donita, Dewi Irawan, Joshua Pandeleki, Iqbal Pakula, Edi Brokoli,Dewi Amanda dan sebagainya. Tidak hanya itu, Ganesa Perkasa Films juga melibatkan bintang-bintang papan atas Malaysia, seperti Nora Danish dan Ashraf Muslim.

“Bukan Cinta Malaikat” berkisah tentang Reyhan (Fachri Albar), seorang relawan Muslim Care asal Bandung yang sedang bertugas di wilayah konflik di Timur Tengah. Saat sedang berada di Madinah, Reyhan menolong seorang perempuan asal Malaysia bernama Dewi (Nora Danish) yang sedang melakukan perjalanan umroh. Namun, Dewi secara tak sengaja tertangkap karena dikira penggunjung gelap.

Sejak pertemuan itu, Reyhan yang begitu idealis dengan misi kemanusiannya dan belum pernah menyatakan cinta pada perempuan, merasakan benih cinta dalam dirinya. Ia menaruh hati pada Dewi. Reyhan pun pergi ke Malaysia untuk menyatakan cinta dan melamar Dewi.
Akan tetapi, cinta Reyhan tak berjalan mulus. Dewi telah memiliki kekasih bernama Adam (Ashraf Muslim). Sementara, di Bandung, seorang teman kecil Reyhan bernama Aliyah (Donita), mengharapkan cinta pada Reyhan.

Cobaan demi cobaan datang silih berganti. Rumah tangga Reyhan dan Dewi di ambang kehancuran karena Adam menganggap pernikahan Reyhan dan Dewi tidak sah. Reyhan yang telah dipertemukan cintanya (Dewi) di tanah suci, hanya dapat menyerahkan sepenuhnya, nasib, cinta dan rumah tangganya kepada Allah. Bagaimana Reyhan dan Dewi menyelesaikan permasalahan rumah tangga mereka?

Selain memiliki kekuatan materi cerita dan para aktor yang handal, film “Bukan Cinta Malaikat” juga akan menghadirkan gambar-gambar yang menarik. Film ini melakukan syuting di Madinah, Mekah, Bandung dan Terengganu (Malaysia). Penonton akan disuguhkan dengan landscape-landscape Kota Mekah dan Madinah yang begitu indah, yang belum pernah ditampilkan di film-film Indonesia bernuansa Islam sebelumnya.

“Kami berharap, film “Bukan Cinta Malaikat” ini dapat menghadirkan tontonan yang bermanfaat bagi penonton perfilman Indonesia,” jelas Chandir Bhagwandas selaku produser Ganesa Perkasa Films.

Film “Bukan Cinta Malaikat” akan tayang secara serentak di bioskop-bioskop Indonesia pada 13 Juli 2017. Selanjutnya, film ini juga akan tayang di Malaysia. (AS/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts