Buka Bersama Anak Yatim, Ucie Sucita Introspeksi Kesuksesannya Disyukuri

Buka Bersama Anak Yatim, Ucie Sucita Introspeksi Kesuksesannya Disyukuri

Setiap bulan puasa Ramadhan tiba selalu diadakan acara buka puasa bersama anak yatim. Demikian juga dilakukan artis cantik Ucie Sucita dalam merayakan ulang tahunnya yang kini bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan. Menggelar acara buka puasa bersama anak yatim, Ucie jadi bahan untuk instrospeksi mengenai hidupnya yang sedari kecil sudah mandiri. Kesuksesannya sekarang sebagai penyanyi dangdut memang patut disyukuri.

“Hari ini usiaku bertambah, yang sebenarnya berkurang. Aku merayakan ulang tahun ke 27 bertepatan bulan puasa yang biasanya berkunjung ke panti, tapi karena aku ada rejeki lebih, aku merayakannya bersama anak-anak yatim, aku ajak makan di restoran, ” kata Ucie Sucita kepada Moviegoers sesaat sebelum acara buka puasa bersama anak yatim Ar-Rahman di Restoran Al-Jazeerah, Johar Baru, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/5/2017) petang.

Lebih lanjut, Ucie menyampaikan rasa syukurnya sukses menjadi penyanyi dangdut, “Hari ini saya tidak hanya sekedar merayakan ulangtahun, melainkan juga sebagai ungkapan rasa syukur bahwa kini rejeki saya bertambah setelah terjun sebagai penyanyi dangdut. Meski saat show saya juga tetap menyanyikan lagu-lagu pop.”

Menurut Ucie, sebelumnya ia bukanlah penyanyi dangdut. “Mantan pacar saya, tiap kali naik mobil bareng selalu puter lagu dangdut. Lama-lama saya kecanduan dangdut dan bisa menikmatinya. Dan ketika saya diminta oleh Pak Rahayu dari Nagaswara untuk membawakan lagu ‘Duren Sawit’ saya terima, eh ternyata berkat lagu tersebut, nama saya semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Keberuntungan juga mendatangi Ucie di tahun 2016 lalu. Ia didapuk sebagai pemeran utama dalam sinetron serial ‘Senandung’ di MNCTV yang dibintangi oleh sederet aktor dan aktris papan atas Indonesia seperti, Siti Badriah sebagai Senandung, Hengky Kurniawan sebagai Gibran, Vizza Dara sebagai Pipit, Kris Anjar sebagai Dadang dan masih banyak lagi yang lain nya.

Dalam hal musik pop, penyanyi kelahiran Sumedang ini, juga tetap eksis. Baru-baru ini ia juga mengeluarkan single duet bersama Hengky Kurniawan untuk lagu berjudul “Kalau Bulan Bisa Ngomong” yang dulu populer dinyanyikan oleh Doel Sumbang dan Nini Carlina.

Mengenai pasangan hidup, wanita cantik ini tampak seperti ingin menyembunyikan sesuatu. “Pokoknya saya mau berkarir dulu. Kalau yang mendekati banyak. Tapi saya mau fokus dulu ke karir. Soal nikah, nanti aja kalau udah di atas 30 tahun,” katanya sambil tersenyum.

Ketika ditanya apa yang membuatnya tergerak untuk menggelar acara buka puasa bersama anak yatim? Dengan tenang, Ucie memberikan jawaban, “Mereka anak yatim piatu otomatis tidak punya orang tua jadi hidupnya mandiri. Saya flashback jaman dulu, meski saya hidup bersama keluarga, tapi saya harus hidup mandri karena naik-turunnya keadaan ekonomi keluarga. Hal ini menjadi bahan instrospeksi saya.“

Ucie menyampaikan bahwa dulu dirinya dari keluarga berada punya usaha tapi namanya usaha ada masa turunnya juga. “Dari kecil saya sudah nyanyi untuk mendapatkan uang jadi saya mandiri. Dari mulai honor 20 rbu, 50 ribu, 100 ribu. Pas usaha orangtua naik lagi pun, saya masih tetap hidup mandiri, “ kenangnya.

“Sebenarnya saya tidak benar-benar mandiri karena orangtua tetap bisa membantu, meski tetap sepenuhnya. Beruntungnya saya masih punya orangtua yang turut membantu dan mendukung karir saya,” imbuhnya sumringah.

Tentang harapannya di masa yang akan datang, Ucie mengalir saja mengikuti setiap arahan produsernya yang dikenal memang punya insting tajam. Dalam waktu dekat, Ucie bersama artis Nagaswara lainnya, akan mengeluarkan kompilasi lagu religi Islam. Ucie menyanyikan lagu religi berjudul ‘Memuja-Mu’ ciptaan Andi Merpati. Selamat dan sukses terus buat Ucie Sucita. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts