Bintangi Film Horor ‘Jailangkung’, Wulan Guritno Ungkap Syuting Menyeramkan

Bintangi Film Horor ‘Jailangkung’, Wulan Guritno Ungkap Syuting Menyeramkan

Wulan Guritno termasuk aktris yang selektif menerima tawaran peran dalam sebuah film. Begitu juga ketika menerima tawaran main film horor ‘Jailangkung’, betapa ia sangat memperhatikan seperti apa teamworknya, lalu membaca ceritanya terlebih dahulu. Setelah itu, dalam film ‘Jailangkung’ versi terbaru dengan mantra baru ‘Datang gendong, pulang bopong’, ia melihat sejumlah pemain yang semakin mantap meyakinkan dirinya untuk terlibat dalam film produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures dengan arahan duo sutradara Rizal Mantovani dan Jose Poernomo.

“Di sini saya berperan sebagai Sarah, istri dari Ferdi (Lukman Sardi). Yang bisa diceritakan disini saya punya keluarga yang harmonis dan solid sekali, saling cinta dan punya tiga anak perempuan. Kemudian memang keluarga kita kena masalah karena ulah kita sendiri, terutama karena suami saya,” ungkap Wulan saat ditemui dalam acara peluncuran trailer film ‘Jailangkung’ di Lounge XXI Plaza Senayan, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017) petang.

Lebih lanjut, Wulan menerangkan, saat menjalani proses syuting yang menyeramkan yang membuat dirinya harus banyak-banyak berdoa dan bersikap sopan untuk mengatasi rasa takutnya. “Pengalaman saya syuting film ini sih klise. Mungkin, banyak orang entah dari perfilman atau ga syuting film horor baik, ya jangan kita kosong pikiran. Setidaknya berdoa dan bersikap sopan supaya enggak bengong dan sebagainya,” terang Wulan.

Menurut Wulan, bersikap sopan harus dilakukan karena makhluk halus juga ciptaan Tuhan agar bisa saling menghormati antar ciptaannya. “Bersikap sopannya yah paling permisi aja. Mana tahu tempat yang dipakai shooting adalah tempat dia. Jadi ya permisi, numpang sebentar mau syuting, sama maaf kalau mengganggu,” paparnya dengan suara bergetar.

Saat proses syuting berlangsung, ibu tiga anak ini bahkan mengaku ketakutan. Karena sosok setan dalam film Jailangkung juga manusia, saat beristirahat ia pun merasa sangat deg-degan.
“Makanya banyak doa. Untung saya enggak banyak yang berhubungan dengan Jailangkung. Misalnya lagi istirahat makan, ‘aduh dia lagi sebelah gue (setan-setanan)’ gitu. Jadi agak takut gimana kan,” tuturnya jujur.

Dalam film ‘Jailangkung’, Wulan berperan sebagai Sarah. Ia bersuamikan Ferdi (Lukman Sardi) dan memiliki tiga anak, yakni Angel (Hannah Al Rashid), Bella (Amanda Rawles), Tasya (Gabriella Quinlyn). Keluarga mereka harmonis hingga sebuah masalah menimpa mereka akibat ulah Sarah dan Ferdi.

Dibantu oleh Rama (Jefri Nichol), teman kampus Bella yang tertarik pada hal metafisik, ketiga saudari itu berusaha mencari jawaban dari musibah yang menimpa mereka. Sampai membawa mereka sebuah tempat dan menemukan Jailangkung. Ritual pemanggilan arwah dengan medium boneka jailangkung pun dihadirkan.

Film horor ini siap tayang pada 25 Juni 2017 mendatang untuk menyambut libur Lebaran. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts