Nikita Willy Ungkap Pengalaman Baru Bintangi Film Komedi Absurd ‘Total Chaos’

Nikita Willy Ungkap Pengalaman Baru Bintangi Film Komedi Absurd ‘Total Chaos’

Sebagai aktris profesional, Nikita Willy tentu harus mau mengeksplore terus kemampuan aktingnya. Bahkan ia dituntut harus mau melakukan penjelajahan peran apapun dalam setiap film yang dilakoninya. Kali ini ia mengungkap pengalaman baru dalam membintangi film komedi absurd berjudul ‘Total Chaos’ yang diproduksi De’Petalz Pictures, Intercept Film Craft, dan PT. Sentra Mega Kreasi. Dalam film arahan sutradara Angling Sagaran, ini ia berperan sebagai Rosa yang jadi pemanis film ini, lantaran filmnya “laki-laki banget” dan bercerita tentang penindasan. Tokoh bernama Rosa yang dilakoninya ini bisa dibilang jadi sisi cantik di film ini.

“Ini adalah pengalaman baru aku memainkan film komedi absurd. Kalau yang sebelumnya kan, masih komedi romantis komedi, tapi kalau ini total komedi, jadi masih ada percintaannya. Masih masuk logikalah filmnya. Kalau ini tuh memang tagline-nya sudah dibilang tinggalkan logika Anda di rumah. Jadi benar-benar film ini kayak di luar logika aja. Itu yang membuat aku kadang kadang Itu nanti gimana pengambilannya, itu nanti gimana aktingnya? Tapi itu nanti sutradara sudah mempersiapkannya matang-matang,” kata Nikita Willy kepada Moviegoers di sela konferensi pers film ‘Total Chaos’ di Rolling Stone, kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Menurut perempuan kelahiran Jakarta, 29 Juni 1994, satu hal seru lain dari film ini adalah ia beradu akting dengan walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang akan berperan sebagai orangtuanya. Nikita benar-benar berterima kasih dengan kesedian Bapak Walikota dan istri untuk ikut berakting dalam film ini. “Suatu kehormatan juga dan mungkin aku mewakili production house ingin berterima kasih karena Bapak Ridwan Kamil beserta istri sudah memberikan waktu untuk syuting film ini. Aku jujur belum pernah ketemu beliau sebelumnya. Nanti mungkin akan langsung bertemu di lokasi, mudah mudahan chemistry-nya bisa langsung terbangun,” ungkapnya penuh harap.

Lebih lanjut, Aktris Terfavorit di ajang Panasonic Gobel Awards 2014 itu menerangkan perannya daam film tersebut. “Di sini aku berperan sebagai Rosa, yang bisa dibilang kayak pemanis dalam film ini, karena film ini memang really really chaos seperti judulnya, ‘Total Chaos’, tentang penindasan, filmnya laki-laki banget. Dan keberadaan Rosa ini jadi kayak pemanis dan mempercantik karena ada sisi kewanitaannya, ada sisi drama keluarganya juga,” terang Nikita.

Ketika ditanya, kenapa langsung mau menerima tawaran main film tersebut? Dengan mantap, Nikita menjawab, “Pertamanya pas aku tahu siapa produsernya, aku langsung exciting karena dia adalah produser aku dari aku umur sembilan tahun. Sutradaranya juga Om Angling, dia adalah sutradara film aku yang sebelumnya, From London to Bali, lawan mainnya Ricky Harun lagi. Jadi, aku nggak mikir dua kali, aku langsung terima film ini.”

Nikita tampak sangat antusias tatkala para pemain juga berasal dari kalangan standup comedian, youtuber, blogger, hingga selebgram. “Apalagi dengan banyaknya pemain yang belum pernah aku temui sebelumnya. Contohnya, kayak Babe Cabita, dia standup comedian. Ada youtuber juga, ada blogger juga, ada selebgram. Jadi, benar-benar semua orang yang emang menghibur, layar kaca maupun social media, ada di dalam film ini,” pungkasnya sumringah.

Selain Nikita, film Total Chaos diperankan sejumlah aktris dan aktor kenamaan Tanah Air, seperti diantaranya Ricky Harun, Babe Cabita, Lula Lahfah, Nurfadillah, Cicio Masarenno, Gary Iskak, dan Yurike Prastika. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts