Komunitas Salon Indonesia Gelar Cukur Gratis di Polsek Palmerah

Komunitas Salon Indonesia Gelar Cukur Gratis di Polsek Palmerah

Tak biasanya Mapolsek Palmerah Jakarta Barat dipenuhi para pencukur rambut. Tampak banyak polisi begitu senang rambutnya dicukur. Rupanya Komunitas Salon Indonesia (KSI) sedang menggelar kegiatan bakti sosial berupa layanan cukur gratis di Mapolsek Palmerah Jakarta Barat. Sebuah kegiatan sosial yang rutin diadakan KSI sebagai bentuk kepedulian dan pengabdiannya pada masyarakat.

“Ini kegiatan bakti sosial dari kita Komunitas Salon Indonesia,” kata Ari selaku ketua KSI kepada Moviegoers di Mapolsek Palmerah, Rabu (5/4/2017) siang.

Lebih lanjut, Ari menerangkan, meski gratis, tapi tetap menyiapkan perlengkapan cukur seperti di salon-salon. “Ini alat salon semua ko. Ada gunting, cliper, gunting, sisir hairdryer. Kita juga bawa cat uban,” terangnya.

Menurut Ari banyak kegiatan yang dilakukan KSI, seperti diantaranya kegiatan silaturahmi untuk mengikat tali kekeluargaan dan persaudaraan antar anggota KSI. Kemudian, bakti sosial. “Seperti kegiatan yang saart ini kita lakukan disini, “ paparnya.

Selain itu, KSI juga mengadakan kegiatan edukasi. “Kita ingin mengadakan kegiatan edukasi pada masyarakat mengenai pekerjaan salon. Apalagi sekarang banyak pengangguran. Dengan kegiatan edukasi ini jika ada lowongan d salon maka kita dapat langsung menyalurkan,” ´ ungkapnya.

Ari mengharapkan kehadiran KSI benar-benar nyata bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita ingin kehadiran KSI benar-benar nyata bermanfaat bagi masyarakat, “ pungkasnya.

Kapolsek Palmerah Kompol Armunanto, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa kantor polisi bukan tempat yang harus ditakuti. “Ini juga agar tercipta suasana akrab dengan masyarakat serta sebagai ajang silaturahmi antara polisi dan masyarakat,” katanya.

KSI dibentuk untuk para pekerja salon agar bisa saling silaturahmi, bertukar pikiran dan pengetahuan tentang perkembangan dunia salon yang terus berkembang seiring kemajuan zaman. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts