Connie Nurlita Comeback “Baru 6 Bulan” Gairahkan Jagat Musik Dangdut

Connie Nurlita Comeback “Baru 6 Bulan” Gairahkan Jagat Musik Dangdut

Dunia dangdut era 90-an begitu populer dengan lagu ‘Cinta Karet’. Kini, pedangdut Connie Nurlita, sang pelantunn lagu dangdut tersebut “comeback” dan bergabung di NAGASWARA dengan merilis single ‘Baru 6 Bulan’. Sebuah lagu fresh dan moderen yang diciptakan khusus penulis lagu handal, Wahyu WHL dengan arransemen musisi kawakan Didi Kempot.

“Aku semangat untuk nyanyi lagi masih seperti dulu. Dan karena aku kangen juga ingin eksis lagi di blantika musik Indonesia, jadilah single Baru 6 Bulan ini dihadirkan untuk mengobati kerinduan kepada masyarakat, khususnya pecinta musik dangdut yang selama ini menunggu kehadiran karya aku lagi,” kata Connie Nurlita penuh percaya diri di acara peluncuran single ‘Baru 6 Bulan’ bertajuk ‘The Spirit of Dancedhut 2017’, di Aromanis, Jl. Johar No. 1, Menteng, Jak arta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran 10 Juni 1972, itu menerangkan, lirik lagunya bercerita tentang perkenalan yang baru berumur 6 bulan, ada konflik, dan kemudian berakhir dengan putus hubungan. “Cerita lirik lagunya melow, tapi karena diaransemen dangdut koplo jadi tentu membuat kita tetap asyik bergoyang, “ terang Connie disertai senyuman manis.

Menurut Connie, setelah album ke-5 yang bertajuk “Gendang Joged” pada tahun 1998, ia memang vacum. “Namun aku tetap nyanyi, baik on air maupun off air, baik dalam kota maupun luar kota, bahkan jadwal manggungku tetap berjalan padat, “ ungkap Connie bangga.

Bagi pecinta musik dangdut memang nama Connie Nurlita sudah tak asing lagi. Jam terbangnya di industri musik dangdut membuatnya semakin matang dan mumpuni. Sehingga disingle terbarunya ini ia bernyanyi sangat asyik, piawai dan sangat menghibur sehingga membuat kita langsung ingin goyang. Musikalitasnya sangat berkualitas dengan memadukan antara olah vokal dan cengkok dangdut koplo campursari membuat kerinduan para penikmat musik dangdut terobati.

Tampilnya Connie lewat single perdananya ini diyakini akan semakin menggairahkan jagat hiburan musik dangdut Tanah Air. Apalagi nanti setelah rampung albumnya, Connie akan mempersembahkannya kepada seluruh pecinta musik dangdut Tanah Air. “Pokoknya tunggu saja, aku sekarang ‘comeback’ dan aku akan semakin menggairahkan jagat hiburan musik dangdut Tanah Air, “ pungkasnya bunggah sumringah.

Selain Connie Nurlita dengan ‘Baru 6 Bulan’, ‘The Spirit of Dancedhut 2017’ juga meluncurkan single-singlenya lainnya, seperti di antaranya: Duo Anggrek dengan single ‘Goyang Nasi Padang’, Susi Ngapak dengan single ‘Kuper’, Susi Legit dengan single ‘Cinta Ganjil Genap”, Balena dengan single ‘Baper’ dan Denias dengan single ‘Mak Aku Patah Hati’. Selamat dan sukses buat NAGASWARA yang terus menghadirkan penyanyi-penyanyi dangdut dengan lagu-lagunya yang selalu menghibur masyarakat! (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts