Penyanyi Neng Oshin Senang Bertemu Langsung dengan Presiden Jokowi

Penyanyi Neng Oshin Senang Bertemu Langsung dengan Presiden Jokowi

Tentu senang sekali bertemu langsung dengan presiden. Begitu juga penyanyi Neng Oshin tampak sangat senang bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Apalagi pertemuan itu dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional. Penyanyi di bawah label big indie Nagaswara itu pun banyak menaruh harapan dan berpesan pada orang nomor satu di Republik Indonesia.

SENANG
“Perasaan Neng Oshin sangat teramat senang, dan juga bangga bisa salaman photo dan juga berbincang langsung, karna tidak semua orang bisa langsung bertemu dan berjabat tangan sama bapak presiden RI atau orang nomor satu di Indonesia, “ ungkap Neng Oshin kepada Moviegoers, Sabtu (11/3/2017)

Lebih Lanjut, dara manis kelahiran Sukabumi, 28 Desember 1992, mengungkapkan pesannya pada sang presiden, “Iya Neng Oshin pengen agar negara indonesia ini kedepannya jauh lebih baik lagi, serta bisa disejajarkan dengan negara negara lain yang jauh lebih maju.”

Kemudian, ditanya apa obsesi Neng Oshin dalam berkarir di dunia musik? ingin jadi penyanyi seperti apa? Dengan tenang, Neng Oshin memberikan jawaban, “Obsesi Neng Oshin pengen menjadi penyanyi yang lagu-lagunya selalu hits juga dikenang karya-karyanya sepanjang masa.”

BARU
Sebagaimana artis pada umumnya, jika sukses dalam satu bidang biasanya merambah ke bidang lainnya, demikian juga Neng Oshin selalu mencoba hal-hal baru yang bersifat positive. “Kenapa enggak jika ada kesempatan bernyanyi sekaligus akting, “ ungkapnya penuh percaya diri.

Neng Oshin menjadi rnenyanyi terkenal saat ini, ternyata cita-cintanya dari kecil menjadi seorang entertain yang selalu mengisi layar televisi, nyanyi ataupun akting. “Sejak kecil Neng Oshin memang bercita-cita menjadi seorang entertain, “ paparnya bangga.

Menurut Neng Oshin, pembajakan itu adalah pencurian yang sangat kejam. Mereka yang membajak sangat merugikan seniman artis musisi dan juga produser yang sudah mengeluarkan budget yang sangat besar untuk sebuah karya tapi tidak mendapatkan apa-apa karna ulah sang pembajak-pembajak. Mereka hanya mencari keuntungan sendiri. “Neng Oshin sebagai Artis sangat sedih dengan pembajakan saat ini, karna melanggar hukum juga tidak menghargai Hak Cipta, “ bebernya.

Harapan Neng Oshin untuk perkembangan musik di tanah air ini, semoga bersih dan terbebas dari pembajakan, sehingga para seniman / pekerja seni biasa menikmati hasil dari karya-nya. “Dan juga berharap kepada pemerintah dapat menegakkan peraturan perundang-perundangan yang benar-benar tegas, terkait dengan pembajakan yang sangat merugikan,“ pungkasnya.

Dengan musik bergenre dangdut natural , Neng Oshin mencoba menawarkan sisi lain dari beragamnya musik dangdut Nagaswara. Pemilik nama lengkap Neng Lia Amanda ini mengubah namanya menjadi Neng Oshin dikarenakan julukkan yang diberikan semenjak kecil. Di dunia musik dangdut kiprahnya terbilang melewati jalan yang cukup panjang. Berawal dari berbagai kompetisi musik dangdut di Sukabumi. Neng Oshin berhasil menggapai 10 besar KDI (Kontes Dangdut Indonesia) dan berlanjut dengan berbagai album kompilasi.

Di bawah label big indie Nagaswara, Neng Oshin telah mengemas album kompilasi dangdut RDI bersama Artis Dangdut ternama dan pendatang baru yang mengisi album kompilasi. Seperti di antaranya. Mulai dari Zaskia Gotik, Fitri Carlina, Siti Badriah, GUN, Mozanie, Melinda dan Putik Sekar Langit. Terakhir, Neng Oshin masuk album kompilasi Naga’s Ange7s’ bertajuk ‘Viva Hari Musik, Bravo Original’. Sebuah album kompilasi yang berisi single para penyanyi andalan Nagaswara yakni Siti Badriah, Hesty Klepek Klepek, Bebizy, Selvi Kitty, Neng Oshin, Ratu Idola dan Sella Selly. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts