Penyanyi Lintas Genre & Generasi Tampil Bersama Suarakan “Indonesia Harmoni”

Penyanyi Lintas Genre & Generasi Tampil Bersama Suarakan “Indonesia Harmoni”

Sejumlah penyanyi lintas genre dan generasi, yakni Once Mekel, Rio Febrian, Gita Gutawa, Nania “Idol”, dan penyanyi cilik Naura, akan tampil bersama dalam konser “Indonesia Harmoni: – Merangkai Musik Indonesia” yang digelar di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 Maret 2017 mendatang.

“Konser ini menunjukkan bahwa membicarakan kebhinekaan tidak harus dalam diskusi yang serius tapi bisa dituangkan dalam bentuk seni,” kata Yohana Elizabeth Hardjadinata, Ketua Pelaksana sekaligus CEO Tulip Cipta Kreasi, dalam dalam konferensi pers di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Kamis (23/3/2017) siang.

Lebih lanjut, Yohana menerangkan konser tersebut berawal dari forum diskusi di UNJ dan UIN di mana dia bersama Setiabudi Nurdin Ace (Buddy Ace) menemukan konsep bari yang ingin diangkat.

Awalnya, ia mengaku ingin mengangkat danau Toba berkaitan dengan kemaritiman Indonesia. “Namun melihat situasi saat ini saya ingin mengembalikan Indonesia ‘diakurkan kembali’ dalam musik, “ ungkapnya mantap.

Konser yang digawangi oleh Viky Sianipar Ethnic Ensembel dan diarahkan oleh Ari Tulang tersebut diharapkan dapat menyebarkan pesan persatuan Indonesia. “Indonesia ini bukan cuma buat kita tapi buat generasi mendatang. Ada proses panjang agar kita menjaga Indonesia lebih baik,” ujar Ari Tulang.

“Saya sangat setuju seni sebagai bentuk ekspresi, mengekspresikan nada tanpa bersuara. Selain terhibur, penonton juga dapat melihat Indonesia ternyata kaya lho. Dan, banyak yang bisa diangkat lebih untuk mengajar banyak hal,” imbuhnya.

Dimulai pada pukul 19.00 WIB, Ari Tulang mengatakan bahwa konser tersebut akan berlangsung selama dua jam dengan dua babak. Babak pertama selama 60 menit, kemudian istirahat selama 15 menit, dilanjutkan dengan babak kedua selama 45 menit. “Saya menggarapnya bagaimana konser musik ini punya makna yang berbeda dengan konser musik lainnya,” kata Ari Tulang.

Akan ada empat segmen. Segmen pertama akan dibuka oleh Naura yang membawakan “Ibu Pertiwi”. Segmen selanjutnya akan menghadirkan Once Mekel. “Akan ada beberapa tarian. Enggak banyak, hanya memberi nuansa bahwa Indonesia kaya tidak hanya musik tapi juga seni dan budaya,” ujar Ari Tulang.

Kemudian, Rio akan membawakan lagu medley Ismail Marzuki tentang perempuan Indonesia. Disambung dengan penampilan Gita Gutawa dan Nania. Mereka kemudian direncanakan melakukan kolaborasi.

“Segmen selanjutnya tentang bagaimana seni bisa menyatukan. Empat orang ini berbeda suaranya tapi ketika bernyanyi mereka justru menimbulkan harmoni,” kata Ari Tulang.

Konsep konser sebagai salah satu penampil di konser tersebut, penyanyi Gita Gutawa mengaku senang dapat menyanyikan lagu nasional dan lagu-lagu bertemakan ke-Indonesia-an. “Senang enggak menyanyikan lagu sendiri. Saya juga menyanyikan lagu legend terkenal di sini ada lagu “Seni” karya Guruh Soekarno Putra, lagu “Citra”, dan lagu kolaborasi Koesplus juga medley sama Once, Nania, Rio,” ujar Gita Gutawa.

“Mudah-mudahan bisa membawa sesuatu yang positif. Mengembalikan semangat nasionalisme juga terhadap Indonesia,” pungkas Gita dengan wajah sumringah.

Pentas “Indonesia Harmoni” diharapkan mampu memperlihatkan keberagaman Indonesia lewat seni. Lebih dari itu, dapat membuktikan bahwa Indonesia tempat yang harmonis dan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tempat yang aman untuk dikunjungi. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts