Marcella Zalianty Ingin Filmmaker Kita Bisa Panjang Menayangkan Filmnya

Marcella Zalianty Ingin Filmmaker Kita Bisa Panjang Menayangkan Filmnya

Marcella Zalianty menyempatkan diri datang ke acara pembukaan pameran lukisan “Illuminate” Pelukis Sidik W. Martowidjojo. Kedatanganya tentu tak lepas dari jabatannya sebagai Ketua Pokja Film dan Seni Budaya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pameran yang berlangsung di Museum Nasional, Jakarta, itu diselenggarakan atas prakarsa Kadin Indonesia dan Museum Sidik W. Martowidjojo, 2-20 Maret 2017.

“Ini langkah awal dari Kadin Indonesia untuk mendorong sektor ekonomi kreatif mulai dari seni seni rupa. Tapi nanti tidak menutup kemungkinan, kita juga ke film, fashion dan musik. Di Kadin memang sudah dibikin pokja khusus film dan seni budaya, aku ketuanya disitu. Di bawahnya wakil ketua umum bidang Ekonomi Kreatif dan UKM yang tadinya dipegang Sandi, tapi karena Sandi cuti dengan mencalonkan sebagai wakil gubernur DKI yang kemudian diganti Erick Hidayat,” kata Marcella Zalianty kepada Moviegoers di sela acara pembukaan pameran lukisan “Illuminate” Pelukis Sidik W. Martowidjojo di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (2/2/2017) malam.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 7 Maret 1980 itu menerangkan, “Saya melihat Kadin sebagai payung dunia industri sudah mulai serius memandang ekonomi kreatif untuk bagaimana meningkatkan sektor ekonomi kreatif yang turut mendorong perekonomian Indonesia.”

Ketika ditanya sebagai sineas, apakah ada keinginan untuk mengkolaborasikan dunia seni, khususnya film, dengan Kadin? Dengan tenang, Marcella menjawab, “Kita Kadin memang sering mengadakan acara nonton bareng agar bisa mendekatkan orang-orang pengusaha dengan film Indonesia. Dukungan yang paling konkrit kalau film kan kita datang dan membayar untuk nonton film Indonesia. Jadi kita menggerakan orang untuk kita bersama-sama nonton film Indonesia. Saya ingin Kadin seluruh Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Dimulai dari mereka yang jarang nonton film Indonesia, tapi kalau mereka kita ajak, mereka tahu dan kemudian mengajak keluarga, saudara dan rekan-rekan bisnisnya untuk nonton film Indonesia. ”

Marcella ingin Kadin juga bisa mendukung pembangunan bioskop-bioskop tingkat kedua micro cinema di daerah. “Karena itu diinginkan tingkat industri. Kita nonton hanya di tingkat provinsi dengan tiket yang tidak murah kalu kita compare dengan standar UMR kita.
Orang-orang di daerah di tingkat kabupaten ingin nonton film Indonesia, tapi tidak ada tempat karena tempatnya terlalu jauh. Jadi pembajakan masif dengan mereka mencari-cari CD bajakannya,” papar putri kandung dari aktris Tetty Liz Indriati dan kakak kandung dari aktris Olivia Zalianty.

“Kadin kalau bisa mendorong dengan membuka prototype. Kadin di daerah juga kerjasama dengan Pemda setempat bikin bioskop. Kalau orang lokal bikin mungkin ada insentif atau apapun. Supaya filmmaker-filmmaker kita bisa panjang menayangkan filmnya setelah daerah utama, daerah keduanya bisa terus berlanjut,” pungkasnya.

Dalam pameran “Illuminate”, Sidik menampilkan 80 karya dengan bingkai seni lukis Cina. Namun, dalam goresannya pun sangat terlihat gejala multikultural yang menyerap kaidah-kaidah seni lukis Barat dan pemahaman seni budaya Jawa. Lukisan Sidik yang berjudul ‘Jalan’ mendapat penghargaan Painting Gold Prize. Selain itu, ia juga meraih penghargaan Medalle d’Orc. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts