Expose Pariwisata, Dinporabudpar Banyumas Optimis Wisatawan Semakin Banyak Lagi

Expose Pariwisata, Dinporabudpar Banyumas Optimis Wisatawan Semakin Banyak Lagi

Jika bicara wisata di Banyumas, banyak orang hanya mengenal Lokawisata Baturraden. Padahal, masih banyak lokasi wisata lainnya yang tentu tidak kalah menarik. Seperti di antaranya Museum Wayang, Taman Panglima Soedirman, Wisata Husada Kalibacin, Masjid Saka Tunggal, Curug Cipendok, Curug Gede, Curug Ceheng, dan lain-lan. Bahkan ada ratusan curug sehingga Banyumas dijuluki Negeri 1001 Curug Bahwasannya Banyumas memang bukan hanya Baturraden. Begitu juga jika bicara makanan khas daerah dikenal dialek ngapaknya itu hanya mengenal tempe mendoan. Padahal, masih banyak makanan khas lainnya yang tentu tidak kalah enaknya. Seperti di antaranya keripik tempe, jenang jaket, sate bebek sumpiuh, getuk goreng sokaraja, soto sokaraja dan lain-lain. Berdasarkan fenomena seperti ini, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas kini gencar melakukan expose pariwisata dalam rangka Promosi Pariwisata Banyumas

BANYAK ANDALAN
“Banyumas bukan hanya Baturraden, tetapi masih banyak obyek wisata lainnya yang tidak kalah menarik, bahkan banyak orang Banyumas yang tinggal di Jakarta tidak tahu obyek wisata Banyumas yang baru, ” kata Saptono, Kepala Dinporabudpar Banyumas, saat jumpa pers acara Expose Pariwisata dalam Rangka Promosi Pariwisata Banyumas di Jakarta (1/3/2017).
.
Saat ini banyak obyek wisata yang jadi andalan di Banyumas, baik yang dikelola Pemerintah, Perhutani, swasta maupun kelompok sadar wisata. Seperti diantaranya, Baturraden, Museum Wayang, Taman Panglima Soedirman, Taman Andhang Pangrenan, Taman Bale Kemambang, Wisata Husada Kalibacin, Masjid Saka Tunggal, Curug Cipendok, Curug Gede, Curug Ceheng, Small world, dan wisata yang dikelola Palawi seperti Kebun Raya Baturraden, Pancuran Pitu, Bumi Perkemahan dan masih banyak obyek wisata lainnya.

Lebih lanjut, Saptono menerangkan, bahwa di Banyumas ada wisata air terjun yang jumlahnya ratusan, sehingga ada yang menyebut Banyumas negeri 1001 Curug (air terjun). “Jadi selain wisata Baturraden yang sudah dikenal, di Banyumas ada 1001 curug yang bisa dikunjungi, selain itu wisata sejarah, wisata religi, wisata belanja, wisata alam, wisata budaya dan Banyumas event juga ada,” terang Saptono.

OPTIMIS
Saptono optimis wisatawan yang akan berkunjung ke Banyumas semakin banyak lagi. “Targetnya kunjungan wisatawan ke Banyumas sama seperti tahun lalu, namun reakisasinya kami optimis capai 1,8 Juta wisatawan tahun ini, “ bebernya.

Jumlah kunjungan wisatawan tahun lalu sebanyak 1.839.934. Dari kunjungan sebanyak itu, obyek wisata alam Baturraden tetap menjadi primadona dengan jumlah pengunjung atau wisatawan mencapai 520.000. Perbaikan infrastruktur prasarana dan sarana menjadi penentu meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyumas tiap tahunnya.

Banyumas dengan Purwokerto sebagai salah satu kotanya juga dikenal sebagai kota pendidikan seperti halnya Yogyakarta. Di Purwokerto saat ini terdapat puluhan ribu mahasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah Universitas Negeri dan Swasta. “Keberadaan mahasiswa dan keluarganya dari sejumlah kota di Indonesia menjadikan sektor pariwisata Banyumas ikut bergerak signifikan, “ ungkapnya bangga.

IDEAL
Dalam hal infrastruktur Banyumas terus berbenah, diantaranya dengan telah tersedianya jalur rel kereta double track track dari Jakarta ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Juga dengan telah diberlakukannya jalan jol dari Jakarta hingga Jawa Tengah.

“Hanya jarak tempuh lima jam dari Jakarta, masyarakat sudah bisa menikmati sejuknya udara dan keindahan alam Banyumas. Cara ideal mencapainya dengan gunakan KA dengan fasilitas rel double track,” paparnya.

Untuk memenuhi target kunjungan wisatawan pihak Dinporabudpar Banyumas sedang berupaya menarik wisatawan dengan melakukan pembenahan di sejumlah obyek wisata yang ada. Meski begitu, keberhasilan meningkatnya pengunjung juga akan dipengaruhi kondisi ekonomi, cuaca, dan alam. “Jika kondisi perekonomian membaik, alam bersahabat, maka jumlah pengunjung akan meningkat dengan sendirinya,” ungkapnya penuh harap.

“Jadi kami mengajak semua orang agar berkunjung ke kabupaten Banyumas yang mempunyai slogan “Senyum, Sapa, Salam” untuk menikmati event wisata dan lokasi wisata yang terdapat di kabupaten Banyumas, karena banyak lokasi menarik yang tidak kalah dengan daerah lain yang terdapat di Indonesia ini, “ pungkasnya dengan wajah sumringah.

Berikut Kalender Event Kabupaten Banyumas/Purwokerto Tahun 2017 yang dihimpun dari berbagai sumber

1. Gelar Budaya
Boyongan Saka Guru Si Panji – Banyumas : 18 Februari 2017
Kirab Pusaka – Purwokerto : 19 Februari 2017
Upacara Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke 446 – Purwokerto : 22 Februari 2017 (

2. Banyumas Nyamleng
Festival Kesenian Unggulan Kecamatan
Wil I – 8 April : Lapangan Wangon
Wil II – 15 April : Lapangan Banyumas
Wil III – 29 April : Mandala Wisata Baturraden

3. Festival Rewanda Bojana
Taman Kera Cikakak Wangon : 23 April

4. Jaro Rojab
Komplek Masjid Saka Tunggal Wangon, 24 April

5. Gelar Seni Mandala Ngibing
Setiap Bulan Pada Minggu Ke 2
Mulai Bulan April di Mandala Wisata Baturraden

6. Atraksi Budaya Malam Likuran
Setiap bulan pada minggu ke 4
Pendapa Kecamatan Banyumas

7. Festival Karawitan Taman Rekreasi Andhang Pangrenan tingkat SLTP-SLTA
9-10 Mei 2017

8. Unggah-Unggahan Adat Bonokeling
Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang : 9-10 Mei 2017

9. Tutupan Sadran Adat Kali Tanjung
Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo : 24 Mei

10. Festival Serayu
Balapan Perahu Pasir : 29 Mei 2017 di Sungai Serayu
Festival Perahu Hias : 30 Mei 2017 di Sungai Serayu

11. Festival Kenthongan
Perlombaan Kentongan Perwakilan Kecamatan
Wil I : 29 Juli di ALun-Alun Kecamatan Banyumas (Alun Kota Lama Banyumas)
Wil II: 5 Agustus di Alun Kecamatan Sumpiuh
Grand Final : 12 Agustus di Alun-Alun Purwokerto

12. Baris Pitulasan
6 Agustus di sepanjang Jalan Jend Soedirman – Purwokerto

13. Banyumas Extravaganza
11 Agustus : Jalan S Parman dan Jalan Jend Soedirman Purwokerto

14. Pemilihan Kakang dan Mbekayu, Duta Wisata Banyumas
11 s.d 16 September 2017 di Purwokerto

15. Festival Takir
Alun-Alun Kecamatan Banyumas pada tanggal 7 Oktober

16. Festival Baturraden
Jalan Asyik, Baturrajazz, Festival Tenong, Riwayat dan Pagelaran Wayang Kulit : 14 s/d 15 oktober

17. Festival Karawitan Umum
Lokawisata Baturaden 14 s/d 15 oktober

18. Penjamasan Jimat Kalisalak
Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen : 2 Desember

19. Penjamasan Jimat Kalibening
Desa Kalibening, Kecamatan Banyumas : 2 Desember

20. Pentas Akhir Tahun
31 Desember, Alun-Alun Purwokerto, Lokawisata Baturraden, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan, GOR Satria, Alun-Alun Banyumas

Jadi, ayo ramai-ramai kita bersama ke Banyumas. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts