Empat Kontestan Bersaing Ketat Rebut Gelar Juara Rising Star Indonesia season 2

Empat Kontestan Bersaing Ketat Rebut Gelar Juara Rising Star Indonesia season 2

Sebuah ajang pencarian bakat tentu sangat menarik untuk disaksikan. Apalagi kalau sudah tahap grand final. Kali ini Rising Star Indonesia season 2 yang kini Grand Final dengan menyisakan empat kontestan yang mampu menyisihkan ribuan peserta dari babak audisi ke babak final.

OPTIMIS
“Keempat kontestan adalah yang memiliki bakat terbaik untuk menjadi penyanyi bintang masa depan,” kata Programming & Production Director RCTI Dini Putri saat jumpa pers di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (23/3/2017).

Lebih lanjut, Dini mengaku optimis. “Kami optimistis, keempat finalis mampu menghadirkan kemampuan terbaiknya sehingga mampu menghibur, memukau dan memikat hati Expert serta penonton yang ada di studio maupun di rumah untuk memberikan vote,” tambahnya.

Sementara itu, Head of Production Division RCTI Untung Pranoto mengatakan para Expert dengan latar belakang musik yang berbeda ini siap menyampaikan komentar – komentar positif sebagai masukan berharga bagi keempat finalis. “Kelak dapat dijadikan bekal dalam menjalani karier profesioal di dunia hiburan khususnya industri musik, “ katanya.

SPEKTAKULER
Adapun, Operational Manager Production RCTI Fabian Dharmawan menambahkan Grand Final Rising Star Indonesia 2 tahun ini akan menyajikan tayangan spektakuler.

“Sebagai klimaks, grand final RSI season 2 harus mampu menampilkan persembahan yang berkesan bagi khalayak, expert dan tentunya para kontestan finalis sendiri. Karenanya, para finalis terus mempersiapkan diri dan mental sebaik mungkin dengan giat berlatih vokal serta menjaga stamina tetap fit agar dapat menampilkan penampilan terbaiknya,” kata Fabian.

Empat kontestan ini bakal beraksi untuk membuktikan kapasitas terbaik di depan para expert, yang terdiri dari Anang Hermansyah, Ariel Noah, Armand Maulana, Judika, dan Rossa di Grand Final Rising Star Indonesia.

KUAT
“Para kontestan ini sangat kuat, masing-masing punya karakter yang bagus. Dan uniknya, keempatnya sudah punya fans militan seperti di media sosial,” ungkap Judika.

Berikut profil empat kontestan di Grand Final Rising Star Indonesia season 2:

1. Andmesh Kamaleng
Pria tambun dari Kupang ini menjadi kandidat yang punya kesempatan juara begitu besar. Penampilannya dari minggu ke minggu mampu membuat pendengar jatuh cinta. Bahkan dia kerap disebut sebagai penerus mendiang Mike Mohede.

2. Fauziyah Khalida
Fauziyah Khalida adalah gadis asal Sumatera Barat yang kuliah di jurusan perpajakan Universitas Trisakti. Cewek yang karib disapa Anda ini sangat mengidolakan Rossa. Penampilannya yang selalu memukau mampu menarik perhatian expert dan masyarakat. Dia dinilai punya suara yang khas untuk bertarung di bernagai lomba. Anda pun digadang bakal menjadi penyanyi cewek top di industri musik tanah air.

3. Trio Wijaya
Cowok 22 tahun ini merupakan kontestan asal Medan. Sebelum Rising Star Indonesia, dia sempat empat kali mencoba masuk ke ajang talent search namun selalu gagal. Kini, pria yang selalu bernyanyi dengan penghayatan itu sukses masuk final.

4. Zerosix Park
Zerosix Park merupakan satu-satunya band yang masuk ke final Rising Star Indonesia season 2. Band asal Samarinda ini bejalan mulus ke partai puncak lewat aksi yang memukau di setiap pekannya. Bahkan gimmick yang kerap ditampilkan membuat expert terhibur.

Siapa yang akan menjadi the next Rising Star Indonesia? Silakan saksikan acara Grand Final Rising Star Indonesia yang bakal digelar pada Senin, 27 Maret 2017 di studio 14 MNC Studios dan disiarkan langsung RCTI mulai pukul 21.00 WIB. Selain penampilan para kontestan, acara puncak akan dimeriahkan juga oleh bintang tamu seperti Band Gigi, penampilan spesial para expert yang terdiri dari Anang Hermansyah, Ariel Noah, Armand Maulana, Judika, dan Rossa akan bernyanyi bersama (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts